Aziz dan Aliza Dipertaruhkan Untuk Keadilan Kasus Korupsi Mustafa

Aziz Syamsuddin/Net
Aziz Syamsuddin/Net

DARI ruang sidang dugaan korupsi Mustafa di PN Tanjungkarang, nama-nama bermunculan terkait kasus yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah tersebut.

Fee proyek Dinas Bina Marga Lampung Tengah disinyalir "nyiprat" ke banyak orang, dari pejabat tinggi, partai, ASN, hingga isteri sang mantan kepala daerah.

Yang cukup mengejutkan, muncul nama Aliza dan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin terkait fee mendongkrak Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lamteng TA 2017.

Setelah namanya muncul, Aliza mundur dari jabatannya sebagai direktur Bisnis BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU). Masuknya Aliza ke LJU juga sempat dikritisi media.

Aziz Syamsuddin pascadisebutkan namanya dalam sidang kasus suap dan gratifikasi Mustafa di PN Tanjungkarang, Kota Bandarlampung, Kamis (11/2), memilih diam.

Namun, dia sempat membantah terima fee Rp2,5 miliar atas digelontorkannya DAK APBN 2017 sebanyak Rp30 miliar ketika diadukan Koalisi Anti-Korupsi Indonesia (KAKI) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (13/1)

Aziz berharap tidak dipolitisasi yang mengarah pada pembunuhan karakter. Dugaan pelanggaran kode etik itu, menurut KAKI, saat Aziz menjabat ketua Banggar DPR RI.

Mustafa sendiri yang pertama menyebutkan nama Aziz yang menerima fee delapan persen dari DAK. 

Dalam sidang pekan lalu, mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman kembali mengungkapkan hal yang sama tentang fee yang tebal buat Aziz.

Aliza dan Jarwo yang disebut-sebut berperan memediasi upaya Pemkab Lampung Tengah memeroleh DAK Kabupaten Lamteng TA 2017 serta menyampaikan feenya.

Setelah itu, pada sidang Kamis (18/2), dari empat saksi, muncul nama-nama lainnya: Rp300 juta ke Nessy Kalviya (istri Mustafa),  Rp25 juta ke ajudan pribadi Wabup Loekman Djoyosoemarto, Rp100 juta perbaikan posko pemenangan Mustafa.

Kemudian, Rp100 juta dan Rp750 juta untuk keperluan acara Nessy mengadakan acara dengan ormas.

Dana dari fee proyek juga digelontorkan buat pengamanan LSM dan wartawan, dan tokoh tokoh agama, hingga pengadaan kentongan untuk memeroleh Rekor Muri.

Taufik Rahman konon mendapatkan Rp550 juta untuk beli mobil Honda CRV. 

Sidang masih berlangsung, bisa jadi, nama-nama akan bermunculan kembali. Masyarakat hanya berharap hakim dan KPK memeroses kasus ini seadil-adilnya. Semua yang diduga terlibat diperiksa.

Apalagi yang diduga terlibat pejabat yang seharusnya menjadi teladan perang melawan korupsi. Masyarakat menunggu pembuktian atas munculnya nama Aliza dan Aziz Syamsuddin di sidang korupsi Mustafa.