Bagikan Dividen Rp7,9 Triliun, PT Bukit Asam Sepatutnya Beri Pemkot Kompensasi

PT Bukit Asam/ Ist
PT Bukit Asam/ Ist

PT Bukit Asam Terbuka (PT BA) meraup untung besar dari pembagian dividen tunai  tahun buku 2021 dengan nilai total Rp7,9 triliun atau Rp688,5 per lembar saham.


Pembagian dividen itu sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021 yang digelar pada 24 Mei 2022 lalu.

Sepanjang 2021, PTBA mencatat produksi batu bara perseroan mencapai 30 juta ton dengan angkutan kereta api sebesar 25,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 28,4 juta ton.

Sementara untuk pendapatan mencapai Rp29,3 triliun dengan laba bersih sebesar Rp7,9 triliun. Laba bersih ini sekaligus menjadi capaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perseroan beroperasi.

Namun, dari keuntungan besar tersebut Kota Bandarlampung tidak mendapatkan kontribusi apapun. Padahal kota ini ‘paling berjasa’ menjadi jalur utama lalu lintas pengangkutan batu bara kereta api dari Sumsel ke Tarahan.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) Nairobi mengatakan, ada kontribusi atau tidak terhadap Kota Bandar Lampung itu semua tergantung dari kesepakatan kerjasama antara PTBA dan pemerintah kota (Pemkot).

"Tergantung kesepakatan dan peraturan kerjasama, apakah ada aturan yang mengikat PTBA untuk ikut memberikan share kepada pemkot," kata Dekan FEB Unila ini, Minggu (26/6).

Lanjut Nairobi, jika memang ada peraturan dan kesepakatan terkait kontribusi tersebut maka wajib bagi PTBA untuk membayarkan dan jika tidak ada maka perlu diadakan.

"Kalo tidak ada ya perlu diadakan, kalo sudah ada tapi tidak membayar iya diselesaikan," tegas dia.

Diketahui, Pemkot Bandar Lampung sudah menuntut PT Bukit Asam untuk membayar kompensasi atas kereta api babaranjang pengangkut batu bara yang melintas di kota ini. Namun, sejauh ini belum ada respons dari PT Bukit Asam.