Bahasa Lampung Kontribusinya Ke Dalam Bahasa Indonesia

Fath Syahbudin/Ist
Fath Syahbudin/Ist

Kantor Berita RMOLLampung memuat dua tulisan Fath Syahbudin. Tulisan pertama, Bahasa Lampung dari Melayu Tua. Tulisan kedua, Bahasa Lampung yang memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia.


Bahasa Lampung merupakan Bahasa Melayu Kuno yang banyak persamaannya dengan kosa kata Pattani Thailand-Selatan, Malaysia, Tagalog-Filipina hingga Samoa-Fiji di Pasifik.

Di TVRI, tahun '70-an, ada acara Bahasa Indonesia yang awalnya diasuh Yus Badudu, Anton M. Mulyono, lalu Lukman Hakim pada tahun '80-an.

Suatu hari, tahun 1987, saya berjumpa dengan Yus Badudu di RS Harapan Bunda, Jakarta. Kami kemudian terlibat perbincangan seputar bahasa. 

Saya bilang ke Yus Badudu bahwa Bahasa Lampung banyak berkontribusi atau ikut memperkaya Bahasa Indonesia.

Yus Badudu kaget dan spontan langsung bertanya apa Bahasa Lampungnya "bawa". Saya jawab usung. Pada tahun 1987 itu, kata usung populer yang artinya bawa.

Tahun 2013, saya berobat karena alergi. Saya bilang,"Bentol-bentol ini kalau bahasa daerah saya disebut galigata, Dok."

Dokter jawab, "Itu bahasa kedokteran Pak!"

"Kalau begitu, ada lagi Dok, tukak-lambung. Tuka artinya bolong, Dok!"

Masih banyak lagi Bahasa Lampung yang diserap Bahasa Indonesia, antara lain:

1.Balai

Balai artinya lumbung padi dalam Bahasa Lampung, Saat ini, kita kenal balai pustaka yang artinya tempat atau lumbungnya ilmu, Balai desa yakni bangunan milik desa tempat warga desa berkumpul pada waktu mengadakan musyawarah atau pertemuan, dll.

2.Santai

Pada tahun 1960-an, saat saya  kelas 6 Sekolah Rakyat (SR), populer kata santay (banyak waktu). Tahun 1970-an, kata santai dimaknai rileks. 

4.Suntuk

Lawan kata santay adalah suntuk. Arti kata tersebut adalah waktu sudah sempit/mepet. Kemudian, generasi muda berikutnya memaknai suntuk sebagai kesal. "Gue lagi suntuk nih!"

5.Laga

Laga atau beradu, berkelahi, atau duel. Dalam Bahasa Indonesia, ada kata medan laga, yakni semacam area pertempuran atau pertandingan, misalnya laga tinju profesional, Laga UFC, laga klub sepak bola, dll.

6.Sabung

Sabung artinya sabung atau mengadu ayam. Ada lagi, sabung pisaan acara adat canggot muli meranai, yakni acara adat berbalas pantun antara kaum muda-mudi.

Dalam Bahasa Indonesia, sabung artinya 

7.Gelanggang

Kata gelanggang dalam Bahasa Lampung artinya tempat berjudi, main dadu, tempat sabung ayam. Dalam Bahasa Indonesia, gelanggang artinya tempat olah raga.

8.Pecundang

Pecundang adalah ayam yang kalah disembelih untuk disantap). Bahasa Indonesia, cundang artinya  menyundangi/memenangi pertandingan.

9.Cadang

Kata cadang (rusak), Indonesia menjadi misalnya suku cadang yang artinya alat yang dipersiapkan untuk perbaikan peralatan yang rusak.

10.Cawat

Cuwat-ticuwat artinya tegak lurus ke atas seperti pucuk pisang. Bahasa Indonesia mencuat.

11.Lambung

Bahasa Lampung lambung artinya ke atas. Dalam Bahasa Indonesia, lambung misalnya digunakan untuk juga mengatakan tinggi ke atas, misal namanya sudah melambung. 

12.Timpang (tidak seimbang). Indonesia (ketimpangan), kata 'tumpang, 'tindih', Indonesia (tumpang-tindih), 

12.Semat

kata 'semat' (selip) Indonesia (Sematkan aku dihatimu, Menyematkan tanda jasa), kata 'timbal' (jawab). 

13.Timbal-balik, penyuluh, kelitah/keletah (alasan), pantaw (menghubungi).

  • Canggih (istimewa), pakayan anggihan (pakaian istimewa). 

Di Negara Ratu (Sungkay Utara) pada tahun 1970-an ada seorang nenek bernama Canggih. 

Catatan kosa kata Bahasa Lampung yang artinya sama dengan Bahasa Indonesia: alaw/halau, anyam/anyam, basuh/basuh,  buluh/buluh,  tabuh/tabuh, labuh/labuh, ulam/ulam, kubang/kubang, paya/paya, nyana/nyana, limaw/limau, belanga/belanga, kuwali/kuali, mangku'/mangkuk, bungku'/bungkuk, bidu'/biduk, benih/benih, tumbal/tumbal, timpa/timpa, rika/reka, sarat/sarat,     tanggu'/tangguk, reni'/renik, jajal/jajal, jebbak/jebak, pikat/pikat, jalang/jalang, tandang/tandang, jerra/jera, tangkas/tangkas, tangkis/tangkis, tingkah/tingkah, ulah/ulah, singgah/singgah, sanggah/sanggah, urung/urung, cungkil/cungkil,  humpas/hempas, paras/paras, tindih/tindih, puku'/pokok, pangkal/pangkal, ranting/ranting, tangkay/tangkai, helay/helai, tampar/tampar, tajom/tajam, tanom/tanam, siku/siku, gucuh/gocoh, jaja/jaja, jerra/jera, jangka/jangka, dantar/datar, hakal/akal, hanaw/enau, gasa'/gasak,  kuwa'/kuak, hantam/hantam, cakup/cakup, liput/liput, ringku'/ringkuk, pintas/pintas, pantas/pantas, pikat/pikat, jalang/jalang, perangkop/perangkap, jebbak/jebak, sambang/sambang, mangsa/mangsa, bilah/bilah, buluh/buluh, kukuh/kukuh, jerumus/jerumus, karom/karam.

Demikian kosa kata Bahasa Lampung yang artinya sama dengan Bahasa Indonesia. 

Pada bagian ini, saya tidak mengklaim bahwa semua kosa kata yang saya himpun ini hanya ada pada Bahasa Daerah Lampung, tetapi inilah kosa kata yang kami gunakan dalam percakapan sehari-hari.

Lewat tulisan ini, saya berharap generasi muda lebih peduli terhadap Bahasa Lampung, bangga berbahasa Lampung. 

Begitu banyak kosa kata Bahasa Lampung yang menjadi kosa kata formal Bahasa Indonesia. Apa yang kurang dari semua yang kita miliki: aksara, adat budaya, sesikun Lampung (tata-krama sopan-santun). 

Semua ada aturannya, yang pantas kita pelihara. 

Jangan biarkan budaya luar terus menerpa tanpa kita sadari semakin menjauhkan kita dari budaya kita  sendiri.

Perihal penulisan saya yang berbeda dengan EYD tentu merepotkan, mengubah hal yang sudah terbiasa. Tidak apa-apa, saya memaklumi.

Saya hanya berharap simak dan pahami. Itu saja. Suatu saat ketika berusia lanjut barulah disadari bahwa bahasa adalah bagian dari jati-diri.

*Budayawan, seniman, pencipta lagu Tanoh Lada, Kacar Dalung, Cadang Hati, Bumi Sekala Bekhak dll.