Bandarlampung Zona Merah, Gugus Tugas Awasi Pasar Dan Akan Tutup Jalan Protokol




Pascaditetapkannya zona merah Covid-19, Pemprov Lampung akan memperketat pengawasan seluruh pasar di wilayah Kota Bandarlampung mulai hari ini, Minggu (3/5).

Selain itu, Pemerintah Kota Bandarlampung juga merencanakan penutupan sejumlah jalan protokol pascapenetapan zona merah oleh Depkes RI.

Pasar yang akan diawasi antara lain Pasar Tugu, Pasar Bambukuning dan Pasir Gintung, Gudang Lelang, Pasar Panjang, Wayhalim, juga pasar-pasar di Kecamatan Kemiling.

[caption id="attachment_40504" align="alignnone" width="636"] Susana ramai di tepi jalan Pasar Tugu, Kota Bandarlampung, Sabtu (2/3)/Foto RMOLLampung[/caption]

Hal itu disepakati dalam rapat terbatas yang dihadiri Gubernur Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Mingrum Gumay, Danrem 043/Gatam Kol Inf. Toto Jumariono di Posko Gugus Tugas Covid-19 Lampung, Sabtu (2/3).

Satpol PP bersama aparat TNI/Polri diminta mengingatkan pedagang dan pembeli di pasar agar mematuhi protokol kesehatan: pakai masker, jaga jarak, dan lain-lain.

Sebelumnya, Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya telah memerintahkan penutupan jalan menuju akses pasar.

"Pasar Tugu dan Pasar Bambu Kuning sudah dimulai," kata Yan Budi.

[caption id="attachment_40508" align="alignnone" width="533"] Pasar di Jl. Radin Internet, Sabtu (2/5)/Foto RMOLLampung .[/caption]

Penutupan Jalan Protokol

Tiga hari sebelumnya, Kamis (30/4), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung dalam rapatnya' mewacanakan penutupan sejumlah jalan protokol.

Hadir pada rapat tersebut Sekda Badri Tamam, Dandim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes, Kapolres diwakili Kabag Ops Kompol Hakim Rambe, Kepala BPBD Syamsul.

Lainnya, Sekretaris BPBD Rizki, Kasat Pol PP Suhardi Syamsi, Kadishub Achmad Husna, Kadiskes Edwin Rusli, dan para asisten Pemkot Bandarlampung.
.
Badri Tamam mengatakan dengan ditetapkannya zona merah diperlukan percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 agar lebih terstruktur, sistematis dan masif lagi.

Kolonel Inf Romas Herlandes berpesan pembatasan mobilitas massa harus efektif, jangan sampai hanya memindahkan titik keramaian ke tempat lain saja.