Banjir Kalimantan, Lenyapnya 129 Ha Hutan Munculnya 219 Ha Kebun

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Penyebab banjir 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan terus menjadi polemik. Presiden Jokowi bilang banjir akibat tingginya intensitas hujan. Ada pendapat lain, banjir akibat banyak alih fungsi lahan.


Penyebab banjir 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan terus menjadi polemik. Presiden Jokowi bilang banjir akibat tingginya intensitas hujan. Ada pendapat lain, banjir akibat banyak alih fungsi lahan.

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan, Rokhis Khomarudin memang tidak memungkiri bahwa curah hujan memang sangat lebat pada 12 hingga 13 Januari 2020.

Berdasarkan data Lapan, area perkebunan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito kini mencapai 650 ribu hektare. Sedangkan luas hutan mencapai 4,5 juta hektare.

Artinya, perkebunan telah menghabiskan 12 hingga 14 persen dari keseluruhan area, ujar Rokhis.

Ditegaskan pula oleh Tim Tanggap Darurat BencanaLembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), ada pengurangan hutan dalam kurun 10 tahun terakhir ini.

Rokhis Khomarudin menjelaskan bahwa rentang tahun 2010 hingga 2020 terjadi penurunan luas hutan sebesar 129 ribu hektare.

Rinciannya, hutan primer berkurang sebesar 13 ribu hektare dan hutan sekunder 116 ribu hektare. Selain itu, sawah dan semak belukar masing-masing 146 ribu hektare dan 47 ribu hektare.

Tidak hanya itu, Lapan juga merekam bahwa area perkebunan meluas cukup signifikan, yaitu 219 ribu hektare.

"Perubahan penutup lahan dalam 10 tahun ini dapat memberikan gambaran kemungkinan terjadinya banjir di DAS Barito," kata Rokhis.

Dia berharap data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana banjir di kemudian hari.