Banjir Kepung Bandarlampung, Wali Kota Salahkan Warga

Menanggapi permintaan Ombudsman Lampung agar serius mengatasi permasalahan banjir di Kota Bandarlampung, Wali Kota Herman HN mengaku telah berusaha maksimal dalam memperbaiki saluran air.


"Semua kali (sungai) sudah saya perbaiki, tapi Allah yang berkehendak, masa kalau banjir saya harus ini, ya gak juga. Ini rakyat saya semua, semua saya pikirin," kata Walikota Bandarlampung, Herman HN, Selasa (16/6).

Namun, Herman HN juga terkesan menyalahkan warga yang membeli rumah di lahan sawah.

"Harusnya lihat dulu dong, ditimbun. Supaya rumah-rumahnya tidak banjir," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan perumahan-perumahan yang berada di pinggir sungai.

"Padahal dalam aturannya gak boleh, dalam undang-undang dari kali itu 10 meter, tapi banyak yang melawan aturan-aturan ini. Giliran begini (banjir) mau nyalahin walikota, aturan itu diikutin," jelasnya.

Menurutnya, langkah selanjutnya yang akan ia lakukan dalam mengatasi persolan banjir dengan meninggikan talut sungai.

"Tapi kalau mau ninggikan ini dananya besar, sedangkan kali-kali besar ini kewenangan dari pusat, yang namanya kali itu kewenangan APBN atau balai," ujarnya.

Sehingga ia akan meninggikan talut sungai dengan keuangan daerah semampunya.

"Saya cuma ingin bagaimana rakyat saya jangan kenan banjir. Ya saya inikan sendirian, semampu keuangan daerah," jelasnya.

Menurutnya, karena politik sehingga permasalahan banjir ini dibesar-besarkan. "Siapa sih yang mau rakyat sengsara, gak ada. Saya ingin rakyat saya baik, aman, tentram, sehat, sejahtera semua, itu mau saya, tapi gimana kondisinya begini," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf meminta wali kota serius tuntaskan masalah banjir.

Hal ini dinyatakan melalui rilis resmi yang disampaikan kepada awak media, Minggu (14/6).