Banjir Rob Kembali Terjadi Di Pesisir Bandarlampung Dan Pesawaran




Banjir rob akibat naiknya permukaan laut kembali menggenangi beberapa wilayah pesisir Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran, Selasa pagi (26/5).

Banjir tahunan tersebut terjadi sejak tiga hari terakhir ini. Malam, air laut masuk ke pemukiman, jalan, dan sawah. Siangnya, permukaan air laut kembali surut.

[caption id="attachment_43076" align="alignnone" width="618"] Pasir putih tergenang banjir rob/Net[/caption]

Di Kota Bandarlampung, akibat banjir rob, jalan setapak dan sepeda motor yang dibangun pemerintah yang menghubungi Pulau Pasaran sebagian ikut tergenang air laut.

Selain itu, kawasan pemukiman warga di Gudangagen dan Kotakarang dan pantai Tempat Hiburan Rakyat (THR) Pasir Putih terendam banjir rob.

[caption id="attachment_43077" align="alignnone" width="666"] Sawah terendam banjir rob di Kabupaten Pesawaran/Net[/caption]

Di Kabupaten Pesawaran, ratusan rumah, jalan, dan hektaran sawah enam desa tergenang banjir hingga selutut orang dewasa.

Desa-desa tersebut Desa Sukajaya Lempasing, Desa Hanura, Dusun Serba Yaya Desa Hurun, Kampung Bugis Desa Sidodadi, Kampung Muara Desa Gebang, dan Dusun Ketapang Desa Batu Menyan.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona langsung menerjunkan tiga pejabat memonitor banjir rob pada lebaran hari kedua Idul Fitri 1441 H di Kecamatan Telukpandan, Senin (25/5).

[caption id="attachment_43059" align="alignnone" width="684"] Kotakarang/Net[/caption]

Menurut Rohmat (35), warga pesisir Kota Bandarlampung, merendam kediamannya dan rumah warga lainnya setinggi mata kaki terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut beberapa warga, biasanya banjir rob paling lama tiga kali tapi kali ini lebih besar dan lama. "Paling parah," kata Yanto, warga lainnya.