Bank Lampung Dilaporkan Pencemaran Nama Baik




Mantan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Hipni Idris merasa dicemari nama baiknya oleh PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung.

"Pidananya akan saya laporkan ke Polda Lampung perdatanya ke Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang," katanya kepada Rama Diansyah dari Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (1/7).

Menurut Hipni Idris, karyawan dan pimpinan Bank Lampung telah memberikan keterangan dan kesaksian palsu terkait perkara tipikornya.

Langkah tersebut terpaksa dilakukannya karena tak ada tanggapan somasi yang telah disampaikannya pada 9 Juni dan 23 Juni 2020 ke Bank Lampung.

[caption id="attachment_57796" align="alignnone" width="532"] Hipni saat konferensi pers atas kemenangannya di MA/RMOLLampung[/caption]

"Saya sudah berkoordinasi dengan penasehat hukum untuk melaporkannya ke pihak berwajib," ujarnya.

Bank Lampung melaporkan dirinya atas dugaan tipikor uang Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada saat dirinya masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pesawaran pada tahun 2017.

Sebelumnya, Hipni Idris berhasil memenangkan Kasasi Mahkamah Agung (MA) atas perkara tipikor Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada saat masih jadi wakil rakyat tahun 2017.

Kasasi tersebut dikabulkan setelah adanya perlawanan secara hukum dari dirinya pascaditetapkan bersalah oleh Kejaksaan Tinggi Lampung.

Berdasarkan kasasi tersebut, Hipni secara sah terbukti tidak bersalah atas segala tuntutan yang sebelumnya disangkakan kepadanya.

Berdasarkan hasil itu juga, Hipni merasa telah dirugikan secara meteril dan juga immaterial sehingga menuntut ganti rugi kepada PT BPD Bank Lampung.