Bank Lampung Gandeng Kejati Selesaikan Kredit Macet dan Permasalahan Datun

Foto Ist
Foto Ist

Bank Lampung menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung untuk menyelesaikan kredit macet yang dihadapi bank pembangunan daerah (BPD) tersebut.


Selain itu, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan perdata dan tata usaha negara (Datun) dan meningkatkan performa pengelolaan perusahaan.

Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Presley Hutabarat mengatakan kerja sama ini diharapkan bisa memperbaiki tata kelola bank pelat merah tersebut.

“Sesuai visi Bank Lampung menjadi BPD komersial yang kompetitif dengan fokus pada pengembangan UMKM dalam kontribusi terhadap pembangunan daerah bisa dikawal dengan baik," ujarnya seusai penandatanganan Perjanjian Kesepakatan Bersama (PKS) dengan Kajati Lampung Nanang Sigit Yulianto di Hotel Novotel, Bandarlampung, Selasa (30/8).

Melalui perubahan visi misi tersebut, lanjut Presley, bisnis Bank Lampung akan berperan aktif dalam meningkatan income per kapita. Hal ini sejalan dengan program pembangunan untuk mewujudkan “Lampung Berjaya”.

"Manfaat kerjasama ini terutama bagi Bank Lampung dalam hal mitigasi resiko, sehingga pertanggungjawaban kepada publik semakin baik," ucapnya.

Presley juga menyampaikan kinerja Bank Lampung, yang pertama kalinya mencapai posisi aset sebesar Rp10,735 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan tahun lalu.

Ia mengklaim posisi aset ini lebih unggul dari peer group kelompok BPD BUKU 2, di antaranya Bank Bengkulu, Bank Sulawesi Tengah, dan Bank Maluku Malut.

"Naiknya volume usaha tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai Rp5,926 triliun tumbuh 10,65 persen (year on year/yoy) dan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp7,854 triliun yang tumbuh 31,41 persen (yoy)," paparnya.

Sementara posisi portofolio penyaluran kredit produktif meningkat menjadi Rp1.007 triliun atau 17 persen dari total penyaluran kredit, yang menunjukkan makin bertambahnya peran Bank Lampung dalam peningkatan perekonomian.

Laba Bank Lampung per 31 Desember 2021 (un-auditted) mencapai Rp175,15 miliar terkoreksi sebesar -1,43 persen dari tahun sebelumnya.

Hal ini lebih dikarenakan adanya proses pemulihan performa portofolio yang sedang dilaksanakan yang akan memperbaiki performa kualitas kredit mendatang.

Rasio kecukupan modal CAR 27,54 persen sangat memadai dengan rasio rentabilitas ROA 2,19 persen, rasio intermediasi LDR 76,05 persen, rasio efisiensi BOPO 75,44 persen dan NPL 1,87 persen yang terkendali.

Kinerja Bank Lampung tersebut mendapat apresiasi dari Kajati Nanang Sigit Yulianto. Ia pun berharap kerja sama ini bisa meningkatkan kinerja Bank Lampung lebih meningkat lagi ke depan.