Banteng Betina Nyeruduk Sinovac, Ada Apa Di Istana?

Publik terkejut atas sikap keras Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning yang menolak disuntik vaksin Sinovac pada Raker Komisi IX dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Senayan, Jakarta, Rabu (13/1).


Publik menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran Ribka saat kawan sejawatnya yang juga petugas partai, Presiden Jokowi, tengah gencar-gencarnya sosialisasi vaksin asal China.

Ada apa dengan pengarang buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI” itu "nyeruduk kebijakan Istana Negara?

Sepertinya, dari serangkaian peristiwa sebelumnya, Ribka tak kuat lagi menahan kekecewaannya atas keputusan Jokowi memilih Budi Gunadi Sadikin sebagai menkes.   

Dia mengaku bingung dengan pilihan Jokowi karena sang menteri bukan berlatar belakang sebagai dokter, tapi ahli nuklir dan ekonomi.

"Apa mau dibom semua penanganan Covid-19 ini. Masalah dagang-dagang oke deh, tapi secara psikologis dokter itu akan beda,” kata Ribka.

Dia bertanya siapa pembisik Jokowi untuk penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai orang yang paling bertanggungjawab pada kesehatan masyarakat Indonesia.

Pernyataan Ribka bisa menjadi jendela apa yang terjadi di elite politik negeri ini. Dia adalah orang kepercayaan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sejak 2010 hingga sekarang.

Ribka lulusan dokter UKI dan berprofesi dokter praktik tahun 1990-an. Dia juga pernah menjabat ketua Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kemenkes.

Ribka, sang petinggi PDIP, akhirnya menyeruduk menkes yang ahli nuklir dan ekonom tersebut. Partai tak lagi diajak membahas soal menteri.

Di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, PDIP seolah “terpinggirkan”. Tidak ada kader banteng yang menjadi skuad utama dalam Tim Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi. 

Juliari Batubara, menteri dari PDIP yang sempat terlibat penanganan Covid-19 malah ditangkap KPK akibat tersandung kasus suap bantuan sosial (bansos).

Makin kuat Presiden Jokowi "main sendiri". Calon kapolri, kepala negara menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo yang dikenalnya sejak jadi wali Kota Solo dan sempat jadi ajudan Sang Presiden.

Belum lagi, Luhut Pandjaitan dan Pratikno yang terus bertahan di kabinet. Langkah kuda Jokowi telah membuat sang banteng betina, Ribka nyeruduk vaksin Sinovac di Senayan.