Banyak Lalat Beterbangan, Warga Jati Agung Minta PT Ramajaya Farm Ditutup

Mediasi warga dengan PT Ramajaya Farm/Tuti
Mediasi warga dengan PT Ramajaya Farm/Tuti

Warga Karang Sari dan Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan meminta PT Ramajaya Farm ditutup. Hal tersebut karena warga sudah resah akibat banyaknya lalat beterbangan dari kadang. 


Salah satu warga, Hendra mengatakan lalat tidak hanya beterbangan saat adanya ayam, namun dua minggu pasca panen ayam lalat juga masih beterbangan di pemukiman warga. 

"Jika perusahaan ini sudah tidak ada SPPL dan UKL UPLnya mohon ditutup karena dasar beroperasinya sudah tidak ada dan peternakan ini sudah sangat menggangu warga," kata Hendra, Senin (29/8). 

Menurutnya, warga inginkan perusahaan penutupan operasional kandang ayam. Namun jika perusahaan tidak mau rugi, bisa menginvestasikan ke perumahan satu pintu. 

"Para peternak bisa juga dilatih agar bisa mengelola perumahan itu. Sehingga para pekerja bisa tercover oleh perusahaan. Kami sudah melakukan cara yang baik meminta untuk ditutup, jangan sampai nanti memuncak," ujarnya. 

Hal sama juga sampai Jumadi, warga Karang Sari juga meminta PT Ramajaya Farm untuk ditutup karena lalat berdasarkan pada kesehatan masyarakat. Menurutnya, banyak anak yang terkena diare diwilayahnya. 

"Awal dibuka peternakan ayam ini masih sepi warga. Namun sekarang sudah banyak warga sehingga diharapkan ditutup," jelasnya. 

Sebelumnya, warga setempat telah melakukan mediasi dengan PT Ramajaya Farm namun hanya diwakili oleh konsultan. Mediasi tersebut digelar pada Minggu (28/8) kemarin. 

Konsultan PT Ramajaya Farm, Purnama mengatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemilik PT yang berada di Palembang. Ia akan menyampaikan keluhan masyarakat. 

"Kita akan membuat rekomendasi untuk dikirimkan ke Palembang. Soal penutupan baiknya dilakukan oleh pemerintah, untuk sementara akan kita foging agar lalat tidak terlalu banyak," ujarnya.