Banyak Pecat PNS Radikal, Fadli Zon Pertanyakan Pemahaman Menpan RB

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon/Net
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon/Net

Politisi Gerindra Fadli Zon mempertanyakan arti radikalisme yang menjadi dasar pemerintah memecat para ASN. Sebelumnya, Menpan RB Tjahjo Kumolo mengatakan telah memecat banyak ASN karena terpapar radikalisme dan korupsi.


"Harus dievaluasi, jangan-jangan yang nilai radikalisme tak mengerti radikalisme itu apa," kata Fadli Zon di akun Twitternya seperti yang dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/4).

Sejauh ini, ia mengamini banyak pihak yang salah mengartikan radikalisme. Bahkan radikalisme dianggapnya kerap menjadi alasan pemerintah untuk membungkam kritik.

"Wacana radikalisme bisa membuat prasangka dan fitnah tak henti, dijadikan alat bungkam kritik atau refleksi phobia Islam. Ini yang bikin demokrasi RI jeblok ke rangking 102," tandasnya. 

Tjahjo Kumolo mengungkapkan pemecatan pegawai negeri sipil (PNS) yang terpapar faham radikalisme hingga melakukan tindak pidana korupsi setiap bulan.

Dia menyampaikan hal itu setelah mendengarkan hasil survei yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) melalui daring tentang korupsi, Minggu (18/4).

Namun, dia melihat dalam tiga tahun terakhir ini, pihaknya melihat produktivitas PNS cukup baik dan semakin baik pula pemahaman masalah korupsi, demokrasi hingga intoleransi.

"Walaupun saya masih cukup sedih, hampir setiap bulan saya memutuskan dalam sidang bapeg (badan kepegawaian) masih ada saja harus saya putuskan PNS, yang harus saya non-jobkan atau harus saya berhentikan karena dia punya faham radikalisme dan terorisme, dia tidak memahami area rawan korupsi, dia pengguna narkoba dan pengedar," ujar Tjahjo.

Akan tetapi, kata Tjahjo, para PNS yang dipecat itu hanya sebagian kecil dari seluruh PNS yang memiliki produktivitas baik selama tiga tahun terakhir ini.