Bawaslu Bantah Sinyalemen PDIP Diskualifikasi Eva-Deddy Beraroma Gratifikasi

Fatikhatul Khoiriyah/Ist
Fatikhatul Khoiriyah/Ist

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah membantah sinyalemen PDIP, bahwa keputusan mendiskualifikasi Eva Dwiana-Deddy Amarullah sebagai peserta Pilwakot Bandarlampung beraroma gratifikasi.


Khoir, sapaan Fatikhatul Khoiriyah membantah adanya gratifikasi dalam pengambilan keputusan sidang pelanggaran terstruktur sistematis dan masif itu (TSM). 

Semua proses menurutnya dilakukan sesuai aturan yang seharusnya, bahkan disiarkan secara live sehingga dapat disaksikan seluruh masyarakat. 

"Penanganan Pelanggaran TSM dilakukan secara terbuka dan disiarkan secara live jadi semua proses persidangan bisa dilihat oleh semua masyarakat, tidak ada gratifikasi dalam pengambilan keputusan Bawaslu," kata dia, Rabu (13/1).

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay menilai ada motif lain dan ada aroma gratifikasi dibalik putusan tersebut. 

Sebab, hal serupa pernah terjadi pada Pemilihan Gubernur Lampung 2018 lalu.

"Hal ini harus diusut tuntas, supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Ini demokrasi, menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Mingrum yang juga Ketua DPRD Lampung .