Bawaslu Catat Ada 142 Kasus Pelanggaran Pilwakot Bandarlampung

Yahnu Wiguno Sanyoto/RMOLLampung
Yahnu Wiguno Sanyoto/RMOLLampung

Bawaslu Bandarlampung mencatat ada 141 temuan dan laporan pelanggaran Pilwakot.


Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu, Yahnu Wiguno Sanyoto mengatakan 141 kasus dari tahapan awal hingga akhir Pilwakot. 

Sementara satu kasus ditemukan pasca putusan sidang pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif Bawaslu Lampung sehingga totalnya jadi 142.

"Yang ditangani oleh Bawaslu kota ada 22 pelanggaran, dan ada 120 yang ditangani oleh Panwas Kecamatan. Dari 20 kecamatan paling banyak menangani adalah Wayhalim dengan 11 temuan," ujarnya, Rabu (20/1).

Ia menjelaskan, jenis pelanggarannya beragam, mulai dari pelanggaran administrasi, Alat Peraga Kampanye (APK), daftar pemilih, verifikasi calon perseorangan, kode etik, dan juga protokol kesehatan.

Sanksi yang diberikan juga beragam, yang paling berat, menurut Yahnu adalah kasus perusakan APK paslon Yusuf Kohar-Tulus Purnomo yang sudah masuk ke pengadilan namun kasusnya belum dilanjutkan lantaran tersangka masuk dalam DPO. 

"Sementara untuk kasus netralitas ASN yang diproses, rata-rata sanksinya disiplin sedang," pungkasnya. 

Kasus terbaru, 6 ASN Bandarlampung sudah dilaporkan Bawaslu Bandarlampung melalui Bawaslu Provinsi Lampung ke Komisi ASN, Senin 18 Januari lalu.