Bawaslu dan Polresta Bandar Lampung Siap Bentuk Gakkumdu

Kapolres Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto berkoordinasi dengan Bawaslu/Tuti
Kapolres Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto berkoordinasi dengan Bawaslu/Tuti

Polresta Bandar Lampung berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait pembentuk penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) menjelang pelaksanaan pemilu pada Februari 2024 mendatang.


Kapolres Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto mengatakan koordinasi dilakukan untuk mempersiapkan sedini mungkin antisipasi permasalahan saat pemilu. 

"Jangan sampai timbul masalah, namun kita tidak siap. Jadi dari awal kita lakukan koordinasi, ini hal biasa. Nanti akan terus kami koordinasikan dengan Bawaslu, KPU, dan Kejaksaan," kata Kombes Ino Harianto di Kantor Bawaslu Bandar Lampung, Rabu (29/6). 

Menurutnya, kerawanan pemilu masih bisa berubah, karena jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terus berubah dengan adanya kematian dan penambahan umur 17 tahun. 

"Kerawanan masih kita petakan, nanti kalau sudah berjalan semua akan diketahui mana daerah, kecamatan, kelurahan yang kita anggap rawan," ujarnya. 

Untuk jumlah personel kepolisian yang akan dilibatkan dalam Gakkumdu, Kombes Ino Harianto mengaku akan disesuaikan berdasarkan aturan Perbawaslu. 

"Ada nanti aturannya, mana TPS yang rawan dan aman. Nanti ada aturannya," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah mengatakan koordinasi dengan kepolisian dalam rangka pembentukan Gakkumdu dilakukan jauh hari sebelum pemilu. Hal tersebut sesuai dengan arahan Bawaslu RI. 

"Kita harus berkoordinasi dengan kepolisian, kejaksaan dalam rangka mempersiapkan atau meminta personel yang akan diletakkan di Gakkumdu nanti. Itu salah satu tahap awal yakni berkoordinasi," ujarnya. 

Menurutnya, pembentukan Gakkumdu masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI. Kemungkinan Gakkumdu akan dibentuk dalam waktu dekat. 

"Karena tahapan sudah mulai, 29 Juni sudah pendaftaran partai politik terkait dengan penanganan pelanggaran yang akan kita proses membuat Gakkumdu. Saya rasa sebelum itu sudah ada surat tugasnya," jelasnya.