Bawaslu Tendensius, Pilpres Saja Orang Gila Boleh Milih




Firmansyah menilai Bawaslu Kota Bandarlampung tendensius menyikapi adanya orang yang diduga gila ikut mendukung calon independen (caden).

Menurut dia, aneh orang yang diduga gila dianggap tak memenuhi syarat faktual dukungannya terhadap calon independen (caden) kepala daerah.

"Memangnya ada masalah dengan orang gila yang mendukung calon kepala daerah?" tanyanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (3/7).

Apalagi ini masih diduga gila, kata Firmansyah, salah seorang caden pada Pilwakot Bandarlampung yang akan digelar 9 Desember nanti.

"Orang yang sudah pasti gila dalam perawatan rumah sakit jiwa (RSJ) saja waktu Pilpres 2019 boleh memilih pasangan kepala negara," katanya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandarlampung mengungkapkan ada tiga warga yang diduga gila ikut mendukung caden

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan hal itu berdasarkan hasil verifikasi faktual Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Labuhanratu.

“Udah saya kontak Panwaslunya, memang benar, berdasarkan keterangan keluarga dan RT setempat,” ujarnya, Jumat (3/7).

Anggota Panwaslu Kecamatan Labuhan Ratu Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Ahmad Magedi mengatakan ketiga orang tersebut warga RT 07 Kelurahan Sepang Jaya.

Salah satunya, perempuan berinisial EK masuk dalam daftar dukungan bapaslon caden Ike Edwin-Zam Zanariah.

"Salah satunya dipastikan tidak waras berdasarkan keterangan ibu kandungnya dan Ketua RT setempat," katanya.

Panwaslu Labuhan Ratu telah melakukan verifikasi faktual terhadap 4.391. Dari jumlah tersebut, Firmansyah-Bustomi Rosadi mendapatkan 2.318 dukungan dan Ike Edwin–Zam Zanariah 2.073 dukungan.

Ditemukan pula dukungan ganda sebanyak 841 orang.

Panwaslu juga kesulitan menemui warga yang bekerja di luar kota.