Bea Cukai Bandarlampung Selamatkan Kerugian Negara Rp20,1 Miliar

Esti Wiyandari/ Vera
Esti Wiyandari/ Vera

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Bandarlampung mengatakan potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp20,1 miliar dari hasil penindakan pelanggaran pita cukai rokok dan produk impor ilegal.


"Pemusnahan barang milik negara ini dilaksanakan hari ini dan seluruh yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan sejak Juli 2020 hingga Mei 2021 dengan total potensi kerugian mencapai Rp20.1 miliar," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Bandarlampung, Esti Wiyandari, Selasa (28/9).

Ia mengatakan Rp20.1 miliar tersebut terdiri dari 29.6 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang sekitar Rp30 miliar, dan potensi kerugian sebanyak Rp19.8 miliar.

"Lalu, untuk minuman keras ilegal sebanyak 1.233 botol dengan nilai barang mencapai Rp159 juta atau potensi kerugian yang diselamatkan sekitar Rp304 juta," katanya.

Kemudian, untuk produk impor ilegal diantaranya parfum, laptop, kosmetik, air softgun, stun gun, busur, sex toys, majalah pornografi, benih tanaman, obat-obatan dan lainnya sebesar Rp1.6 miliar .

"1,6 miliar ini nilai produk atau barang yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemilik barang dan yang tidak memiliki perijinan impor dari instansi terkait," ujar Esti.