"Bebasnya" Vernita Syabilla Disesalkan Komunitas Peduli Kebenaran




Komunitas Masyarakat Peduli Kebenaran (KMPK) menyesalkan "bebasnya" artis da. selebgram Vernita Syabilla (VS) yang sebelumnya digerebek terkait dugaan prostitusi online.

VS seharuanya jadi tersangka menyusul dua mucikarinya yang sudah terlebih dahulu ditetapkan tersangka, kata Gunawan Parikesit dari KMPL yang juga advokat.

"Saya percaya aparat kepolisian memiliki sejumlah barang bukti sehingga berani menggerebek VS di dalam hotel," tandanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (30/7).

Dia juga heran pihak VS, lewat pengacara  Teguh Margono tidak mempraperadilkan kepolisan atas penggerebekan terhadap kliennya.

Menurut koordinator KMPK itu, tak ada alasan kasus ini tidak berlanjut atau bisa  ketahap penyidikan.

KMPK mendukung langkah pihak kepolisian dalam upaya pemberantasan maksiat, ujarnya.

Korban 

Sementara itu, Kuasa Hukum VS, Teguh Margono mengatakan kliennya korban dua mucikari terkait perdagangan manusia.

Teguh juga menyebut VS ini datang ke Lampung untuk bertemu pengusaha muda properti berinisial S.

"Saya sampaikan kasusnya baru dugaan dan statusnya saksi. Klien saya jemput untuk pulang," ungkap Teguh Margono.

Kepolisian telah menetapkan dua mucikari MK dan MNA sebagai tersangka atas kasus prostitusi dan perdagangan manusia (human traficking)

Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Manusia dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun









Minta Maaf


Pada ekspose perkara ini di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (30/7), VS minta maaf, terutama keluarganya.

Dia merasa menjadi korban dan tak tahu soal ditemukan alat kontrasepsi dan lainnya. Soal uang, dari  Rp30 juta, hanya ditransfer Rp10 juta.

Dikatakan VS juga, "Saat penggerebekan di hotel, saya dengan S tidak melakukan apapun, hanya ngobrol dengan posisi berjauhan.






Sebelumnya, Rabu (29/7), Kapolresta Kombes Yan Budi Jaya mengatakan dugaan sementara prostitusi dengan transaksi Rp30 juta.

Polisi memeriksa VS sejak Selasa sore hingga malam (28/7).