Beda Perlakuan Salat Id Dan Tempat Wisata, Wagub Nunik Kemana?

Ilustrasi/RMOLLampung
Ilustrasi/RMOLLampung

LAMPUNG ini sepertinya memang sudah auto pilot, semua dibuat kesepakatan dengan para pelaku. Mulai harga singkong sampai dengan urusan tempat pariwisata boleh buka di hari Lebaran.

KLIK: Pemprov Izinkan Destinasi Wisata Lampung Buka Saat Libur Lebaran

Bukannya membuat regulasi yang kemudian dijaga konsistensinya agar dipatuhi oleh para pihak terkait, Pemprov malah lebih memilih berunding dengan para pihak.

Salat Idul Fitri 1442 Hijrian berjemaah tidak diizinkan dilakukan di masjid dan lapangan terbuka. 

Tetapi, tempat pariwisata malah diizinkan beroperasi, cukup dengan membuat surat pernyataan akan mematuhi protokol kesehatan.

Gubernur Arinal, jika memang sudah merasa tidak mampu membuat dan menegakkan regulasi, sebaiknya jangan dipaksakan.

Khusus terkait pelaksanaan Salat Id di masjid maupun di lapangan dan izin beroperasinya tempat wisata saat libur Lebaran ini, saya kira Wagub Chusnunia Chalim (Nunik) harus lebih berani tampil bicara agar publik bisa melihat sikap dan keberpihakannya. 

Beliaukan anak emas dan kebanggaan Nahdliyin di Lampung. Kemudian juga selama ini sudah diberikan mandat oleh Gubernur Arinal untuk lebih intens mengurusi pembangunan pariwisata. 

Jadi sudah paling tepat jika sekarang Wagub Nunik tampil ke publik memberi penjelasan tentang perbedaan perlakuan antara izin Salat Id dengan izin operasi tempat wisata saat libur Lebaran. 

Jangan terus bersembunyi di balik kewenangan Gubernur.

*Pengamat Pembangunan Lampung, Ketua MKGR Provinsi Lampung