Begini Cara Laporkan Ritel Jual Minyak Goreng Lebihi Rp14 Ribu

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi/Net
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi/Net

Pemberlakuan satu harga minyak goreng sebesar Rp 14.000 yang sudah dimulai dari toko retail membuat masyarakat berbondong-bondong memborong. Akibatnya, stok di retail sejumlah daerah mulai habis.


Namun, Kementerian Perdagangan memastikan implementasi program minyak goreng satu harga tersebut bakal berjalan dengan baik.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya membuka saluran pengaduan atau hotline untuk masyarakat yang menemukan permasalahan implementasi satu harga minyak goreng Rp 14.000.

"Kami siap membantu seluruh pihak demi kelancaran implementasi kebijakan minyak goreng kemasan satu harga," ujar Lutfi dalam keterangannya, Sabtu (22/1).

Lutfi menyampaikan, hotline pengaduan yang disediakan Kemendag dibuka selama 24 jam.

Ada beberapa saluran pengaduan yang disediakan, yakni dengan mengakses pesan instan Whatsapp di nomor 0812 1235 9337, surat elektronik [email protected], atau konferensi video Zoom dengan ID 969 0729 1086 (password: migor).

"Silakan apabila mengalami kendala atau mau menyampaikan keluhan, dapat langsung menghubungi hotline yang kami sediakan," imbuhnya.

Lutfi memastika, pihaknya memantau secara ketat seluruh ritel modern di 34 provinsi agar bisa mengimplementasikan kebijakan satu harga yang telah ditetapkan, ternasuk di pasar-pasar tradisional.

Saat ini, Kemendag masih memberikan waktu selama sepekan sejak penetapan minyak goreng kemasan satu harga pada Rabu, 19 Januari 2022, baik kemasan plastik maupun kemasan jeriken.

"Penyediaan minyak goreng kemasan melalui ritel merupakan tahap awal, selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia," tandas Lutfi.