Begini Penanganan Hewan Ternak Terinfeksi PMK

Pencegahan PMK pada hewan ternak/Ist
Pencegahan PMK pada hewan ternak/Ist

Ahli peternakan Universitas Lampung (Unila), Madi Hartono menjelaskan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku belah. Menurutnya, ternak yang terinfeksi PMK harus segera dikarantina.


"Tingkat penularan PMK 100 persen. Bahkan bisa menularkan lewat udara hingga jarak 60 kilometer," kata Madi, Sabtu (14/5). 

Setelah dipisahkan dengan yang ternak yang sehat, selanjutnya kandang disemprot dengan disinfektan agar virus tidak menular pada ternak sehat. 

"Peralatan ternak, hingga orang yang kontak dengan ternak sakit juga harus segera dibersihkan. Karena bisa beroperasi sebagai perantara (vektor)," ujarnya. 

Untuk penanganan ternak yang terinfeksi virus RNA masuk genus Apthovirus, keluarga Picornaviridae itu diberikan vitamin dan makan yang berkualitas agar daya tahan tubuhnya tinggi, sehingga kekebalan tersebut bisa mengalahkan virusnya. 

"Ternak yang terserang itu mulutnya kayak sariwangi jadi susah makan sehingga pemberian vitamin penguat itu yang di butuhkan. Kalau bisa makannya yang berkualitas, tidak hanya diberi rumput," jelasnya. 

Lebih lanjut, kata Madi belum ditemukan obat atau vaksin untuk PMK pada ternak. Balai Besar Penelitian Veteriner masih mengusahakan pembuatan vaksinnya. 

"Sembari menunggu, pencegahan awal dengan supporting atau mendukung kekebalan tubuh ternak bisa efektif," ujarnya.