Belajar Dari Kisah Pengusaha Pemilik Konveksi Tas Oscas

Ilustrasi Cv Oscas
Ilustrasi Cv Oscas

Semua usaha yang sukses tentunya berawal dari keinginan untuk membuka usaha. Begitulah yang terjadi pada pengusaha konveksi tas sukses asal Cianjur, Husna Ramdani (32).


Seorang pria lulusan Universitas Padjadjaran tersebut, memutuskan untuk mengembangkan usahanya dalam konveksi tas. Meski sempat diterjang pandemi, namun kini usahanya masih tetap eksis hingga menuju ke ranah online.

Hingga saat ini, usaha yang dimiliki Husna telah mendapat banyak klien dari berbagai provinsi di Indonesia. Berikut kisah mengenai pengalaman Husna selama mengembangkan usahanya:

Pengalaman Memulai Belajar Bisnis Semasa Kuliah

Sejak kuliah, Husna memiliki niat untuk membuka usaha. Hal tersebut didasari atas keinginannya untuk tidak bergantung kepada orang tuanya. Beliau juga ingin membantu orang-orang di sekitarnya untuk berkembang.

Meski sedang menekuni kuliah, hal tersebut tidak membuat Husna berhenti untuk menggapai niat usahanya. Husna menceritakan bahwa saat kuliah, ia bekerja sama dengan teman-temannya untuk membangun bisnis.

"Waktu kuliah, saya bikin buku seperti modul-modul kuliah. Hasilnya sangat cukup untuk bayar indekos di Jatinangor dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar pemilik Oscas tersebut.

Saat memasuki tahun-tahun terakhir kuliah di Unpad, Husna menemukan peluang bisnis yang lebih menjanjikan. Pada saat itu, belum banyak usaha yang menjual produk tas gendong bayi di sekitar wilayahnya.

Husna menjelaskan bahwa pada masa itu, ada banyak ibu-ibu yang membawa anak di motor tanpa pelindung. Hal tersebut, mendorong Husna berpikir untuk membuat tas gendong bayi. Alasan utama untuk membuatnya adalah agar ibu-ibu yang mengendarai motor bersama anaknya tetap aman.

Pengalaman Menjalankan Bisnis Usaha Konveksi Tas

Setelah lulus dengan gelar sarjana fisika IPK 3.1, Husna memutuskan untuk menekuni bisnis yang mulai dirintis sejak kuliah. Bisnis konveksi tas tersebut, didukung oleh banyaknya warga berprofesi sebagai penjahit di sekitar rumah kosnya.

Saat memulai karirnya sebagai pengusaha konveksi tas, Husna mengaku bingung dengan kelanjutan bisnis percetakan yang sudah dijalankan bersama banyak orang.

Pemilik usaha Oscas itu menjelaskan jika dia sudah mengajak banyak kenalan untuk kerjasama, bahkan sudah mengandalkannya untuk pencarian nafkah. Husna merasa tidak enak apabila perusahaan bisnis tersebut dihentikan.

Untungnya, pria berusia 30-an tersebut dapat tenang setelah memutuskan untuk membuat bisnis konveksi tas tersebut. Selagi usaha baru berkembang, orang-orang yang sebelumnya bekerja di bisnis percetakan masih dapat bekerja dengannya.

Selama usaha tas gendong bayi berjalan, karya yang dijualnya tersebut mulai banyak peminat. Bahkan, Husna sempat kewalahan saat menerima banyaknya pesanan dari konsumen.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Husna mempekerjakan penjahit-penjahit yang tinggal di sekitar rumah kosnya. Alhasil, permintaan pasar terus bertambah, hingga berkembang ke produksi-produksi tas lainnya.

Tidak hanya tas gendong bayi, kini usaha yang ditekuni Husna sejak kuliah itu sudah menjual bermacam-macam tas untuk segala kalangan. Misalnya, tas olahraga, tas kantor, tas wanita, goodie bag, dan banyak jenis-jenis tas lainnya.

Usaha yang Kini Berkembang Pesat

Mengikuti perkembangan jaman, Husna mengembangkan usahanya di internet melalui jejaring blogger. Hal tersebut sudah dilakukan sejak memulai bisnisnya. Hasilnya, Husna mendapat banyak klien yang berasal dari internet.

Hingga saat ini, hampir 100% transaksi bisnis yang pria tersebut jalankan berasal di blognya di internet. Jarang baginya untuk mendapatkan klien secara langsung.

Husna menambahkan, berawal dari blog usahanya oscas.co.id, kini Husna mendapatkan klien yang tersebar di 40 kota dari Aceh hingga Papua. Setelah mendapat banyak klien, Husna mendaftarkan perusahaan persekutuan komanditer bernamakan CV Oscas sebagai legalitas.

Meski sejauh ini usahanya berkembang secara positif, namun pendapatan yang ditekuninya sempat mengalami penurunan omzet akibat pandemi. Untungnya, Husna masih tetap mendapatkan banyak pemesan.

Meski pandemi berpengaruh ke omzet, namun Husna yakin usahanya masih bisa tetap eksis. Beliau juga yakin untuk tetap dapat memberdayakan puluhan penjahit di Jatinangor yang bekerja di usahanya

Husna berharap pandemi segera berakhir, agar seminar atau training bagi yang membutuhkan tas dapat kembali dijalankan. Seminar tersebut diselenggarakan sebagai pemasaran sekaligus pengenalan terhadap produk konveksi tas.

Begitulah kisah pemilik toko tas yang beralamat di Jl. Kayu Jati Raya No. 30, Desa Cileles. Meski terpengaruh pandemi, usaha milik pria yang memiliki anak bernama Azkan Fawwaz Alfarizi tersebut tetap eksis dan berkembang.

"Karena sistem pemasaran kami juga di online, kami optimistis bisa terus berkembang. Dengan begitu, saya juga bisa terus memberdayakan warga di usaha tas ini," ujar pemilik Oscas tersebut dengan optimis.