Belasan Ribu UMKM Terdampak Covid-19, Butuh Stimulan PLN Dan Bank

Webinar Membangkitkan UMKM/Repro
Webinar Membangkitkan UMKM/Repro

Selama pandemi Covid-19 banyak UMKM/IKM yang terdampak, bahkan mati. Butuh stimulan PLN dan bank untuk memberi keringanan agar UMKN bisa kembali bangkit.


“Berdasarkan data yang kita himpun, ada sekitar 16.800 UMKM di Lampung yang terdampak langsung Covid-19," kata Ketua Tim Food Estate and Energy Kadin Lampung, Irfan Gani, kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (17/9).

Ia berharap pemerintah pusat melalui PLN memberikan stimulan yang tepat sasaran.

Menurutnya saat ini UMKM untuk bisa bertahan saja kesusahan, apalagi bangkit.

"Kalau bisa pembayaran listrik ditunda. Toh nanti pada saat ekonomi membaik, kondisi kesehatan kita membaik, pasti akan ada daya balik," jelasnya.

Ia juga mengusulkan kepada pemerintah melalui perbankan untuk membebaskan bunga pinjaman dan menunda angsuran. 

"UMKM yang pinjam di bank sekarang bebas dulu bunga, dan tunda angsurannya," ujarnya.

Lanjutnya, kalau bisa memberikan ruang kepada pelaku-pelaku usaha UMKM yakni produk bisa dipastikan siapa yang menampung. Sehingga ada perputaran.

"Kita juga mendorong di bidang pertanian yaitu memproduksi bahan pangan pengganti beras dengan sorgum seperti di Mesuji dan Tuba Barat," jelasnya.

Sementara, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Bagus H Abrianto mengatakan pihaknya telah memberikan stimulan seperti pembebasan bayar untuk pelanggan subdisi daya 4,5, juga ada diskon 50 persen.

"Pelanggan tarif bisnis dan industri kecil daya 4,5 kami berikan diskon 100 persen tagihan listrik sampai dengan Desember. Stimulan untuk pelanggan sosial bisnis industri pembebas rekening minimum atau pembebas biaya beban," ujarnya.

PLN juga meluncurkan super wow yaitu program tambah daya untuk pelanggan rumah tangga dari 4,5 untuk naik daya ke 2200-5500 biayanya Rp170.845.

"Ada juga program super merdeka untuk UMKM dan IKM, PLN memberikan kemudahan tambah daya memberikan diskon sampai 75 persen," jelasnya.

Menanggapi usulan dari Kadin Lampung, pihak PLN akan mendukung dalam inflastruktur untuk pengembangan pertanian sorgum pengganti beras.

"Sementara untuk usulan yang lain, akan kami tampung dan nantinya akan disampaikan ke PLN pusat," ujarnya.