Beli Minyak Goreng Curah Pakai KTP, Pembeli: Ribet Harus Bawa KTP ke Pasar

Ilustrasi minyak goreng curah/Ist
Ilustrasi minyak goreng curah/Ist

Pemerintah pusat melalui program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) mewajibkan masyarakat yang ingin membeli minyak goreng harus menunjukkan KTP.


Kebijakan tersebut dinilai pembelian dan penjualan terlalu rumit.  Salah satu pembeli, Kasiah mengaku ribet harus membawa KTP di pasar untuk membeli minyak goreng.

"Biasanya ke pasar buru-buru jadi cuma bawa uang saja. Beli minyak juga tidak banyak hanya 2 kilogram untuk jualan gorengan," kata Kasiah saat ditemui di Pasar Cimeng, Selasa (28/6). 

Menurutnya, untuk harga minyak goreng curah saat ini telah turun dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp17 ribu per kilogram. 

"Sekarang enggak ngeluh lagi harga minyak goreng sekarang, harga cabai nih yang masih tinggi Rp100 ribu per kilogram," ujarnya. 

Sementara itu, penjual sembako, Sri mengaku merasa ribet harus memfoto KTP setiap pembeli minyak goreng. Apalagi yang membeli rata-rata hanya setengah kilogram saja.

"Kalau untuk stok aman. Tapi akan ribet ketika harus menunjukkan KTP apalagi memasang Aplikasi PeduliLindungi," jelasnya.