Belum Ada Kasus Cacar Monyet, Diskes Bandar Lampung Imbau Tetap Waspada 

Plt Kepala Diskes Bandar Lampung, Desti Mega Putri/Tuti
Plt Kepala Diskes Bandar Lampung, Desti Mega Putri/Tuti

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung mengaku belum menemukan kasus cacar monyet atau monkeypox. Walaupun begitu, Diskes mengimbau untuk tetap waspada. 


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri telah mengeluarkan surat edaran yang disebarkan ke seluruh puskesmas. Surat edaran tersebut berisi pendeteksian dini dan pelaporan jika ditemukan kasus cacar monyet. 

"Kami sudah meningkatkan kewaspadaan di tingkat puskesmas untuk memantau dan melaporkan jika terdeteksi terinfeksi virus cacar monyet," kata Desti Mega Putri, Jumat (12/8). 

Menurutnya, puskesmas akan memantau dan melaporkan saat ditemukan warga dengan gejala klinis yang disebabkan virus cacar monyet, seperti sakit kepala, demam akut dengan suhu di atas 38,5 derajat celsius, dan pembesaran kelenjar getah bening.

Gejala lainnya yakni muncul ruam akut, nyeri otot, sakit punggung, dan kelembahan tubuh. Jika ada warga dengan gejala tersebut, maka Fasyankes mesti melakukan pemantauan lebih lanjut.

"Sampai saat ini tidak ada kasus cacar monyet di Bandar Lampung," ujarnya. 

Diketahui, surat edaran Diskes Bandar Lampung disebutkan penyakit ini bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung 2-4 minggu. Namun bisa berkembang menjadi berat dan bahkan tingkat kematian 3-6 persen. 

Penularan cacar monyet kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.