Belum Tetapkan Tersangka, Kasus Korupsi KONI Lampung Jadi Atensi KPK

Yudhiawan bersama Mingrum Gumay/Faiza
Yudhiawan bersama Mingrum Gumay/Faiza

KPK RI ikut memberikan atensi terhadap kasus dugaan korupsi penyimpangan dana hibah KONI Lampung Rp29 Miliar. Kasus ini naik ke tahap penyidikan 12 Januari lalu.


Puluhan saksi sudah diperiksa sejak 24 Januari hingga hari ini, Rabu 27 April 2022. Namun, belum juga ada penetapan tersangka. 

Plt Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Yudhiawan mengatakan, selain melakukan supervisi di DPRD dan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten kota, pihaknya juga melakukan supervisi di Kejaksaan dan Polda. 

"Terkait KONI sudah dengar, itu sedang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati). Dan kebetulan tim kami masih ada di sana (supervisi)," katanya usai melakukan supervisi di DPRD Lampung, Rabu (27/4).

Teranyar, Kejati Lampung memanggil empat saksi untuk kasus ini. Di antaranya, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Lampung Frans Nurseto.

Selanjutnya, Ketua Binpres KONI Lampung, Surahman yang diperiksa terkait jabatannya sebagai Tenaga Fungsional Pelatih Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung. 

Selain itu, Kejati Lampung juga memeriksa anggota Binpres KONI Lampung Suwarli dan Berry Salatar. 

Diketahui, Frans Nurseto sudah diperiksa Kejati Lampung pada 26 Januari dan 7 Februari dan  Surahman sudah diperiksa pada 27 Januari dan 2 Februari.