Berakhir "86", Kisruh Soal DPRD Pesawaran Banyak "86" Ke Kadis




Ancaman Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir akan mempolisikan ucapan Wakil Ketua I DPRD Paisaludin ternyata berakhir "86" juga alias damai.

Pada Rapat Pembahasan Penyesuaian Peraturan Bupati Penjabaran APBD Tahun 2020, Senin (27/4), Paisaludin mengungkapkan DPRD Pesawaran banyak 86 ke para kadis.

Paisaludin mengatakan hal itu setelah debat soal karung beras bantuan Pemkab Pesawaran untuk Covid-19 yang kemasannya bergambar Bupati "Petahana" Dendi Ramadhona.

[caption id="attachment_40321" align="alignnone" width="735"] Rapat jadi kisruh gara-gara ucapan 86/Ist[/caption]

"Hanya dinamika, masak iya saya mau menjelek- jelekannya fraksi saya dan saya selaku wakil ketua I DPRD," ujar Paisaludin di Gedung DPRD Pesawaran, Kamis (30/4).

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pesawaran itu mohon maaf jika ada pengartian lain serta menjadi polemik di masyarakat pernyataan 86-nya.

M. Nasir menyambut baik klarifikasi yang dilakukan Paisaludin.

Dia berpendapat dengan penjelasan Paisaludin peresepsi masyarakat terkait masalah ini akan selesai, tidak perlu dibahas lagi.

Sebelumnya, suasana rapat panas dan akhirnya dead lock setelah Paisaludin mengatakan banyak anggota DPRD Pesawaran yang 86 dengan para kepala dinas.

M. Nasir sempat emosi dan mempertanyakan kepada Faisaludib apakah benar yang dinyatakannya tersebut.

Nasir menilai pernyataan Faisaludin'ngawur.

Ketua DPRD, Nasir menyesalkan adanya pernyataan tersebut dan mengatakan
tidak selayaknya seorang wakil rakyat bilang DPRD merupakan lumbung "86".

"Yang jelas menghina dan akan saya laporkan ke kepolisian, " tandas M. Nasir.

Susana jadi kisruh, M. Nasir yang juga bakal calon bupati Kabupaten Pesawaran menutup rapat.

"86" adalah kode siap menerima perintah dari komandannya. Namun, istilah itu kemudian diplesetkan jadi "saling ngerti dan saling bantu".