Bergulat Mencari Pencerahan Lewat Literasi

Memahami Istilah Literasi
Johan Wahyudi/Ist
Johan Wahyudi/Ist

LITERASI bukan sekadar baca dan tulis. Banyak cara yang telah dilakukan baik melalui kegiatan berkeliling membuka lapak buku atau menyiapkan taman bacaan untuj meningkatkan minat baca. Aktifitas itu disebut cara/metode untk menuju gerbang literasi, tetapi bukan meningkatkan literasi.

Istilah konvensional kegemaran membaca yang disematkan kedalam literasi, akan menghilangkan makna sesungguhnya tentang literasi. Membaca dapat dipersamakan dgn Iqra, kalau kita terjemahkan lebih jauh membaca adalah kegiatan seseorang dalam memahami pesan, pengetahuan dan informasi yang disampaikan oleh penulis kepada pembacanya atau istilah kerennya transfer knowledge.

Berbeda dgn literasi, istilah literasi dapat diartikan kemampuan seseorang dalam memahami, memaknai, merangkai ide atau gagasan baru dan mengimplementasikan dalam kehidupan nyata hasil dari proses membacanya, orangnya disebut literat.

Orang yang literat dalam membaca buku tentu akan berbeda dengan orang biasa, karena orang yang literat yang membaca sebuah buku akan terjadi proses perdebatan gagasan, pesan dan pengetahuan dalam dunia pikirannya sehingga akan menciptakan ide-ide atau pengetahuan baru. 

Orang yang literat mampu memilah, memilih buku yang dibaca, tidak semua informasi, gagasan, pesan dan pengetahuan dalam buku itu sepenuhnya benar, dia bisa memutuskan bahwa buku ini bermanfaat atau tidak, informasi ini benar atau hoax.

Jadi kita jangan jumawa ketika banyak orang yang berkunjung ke taman bacaan atau ke lapak buku kita, atau berkeliling menjajakan buku kita agar dibaca oleh banyak orang dan dianggap kita sudah berprestasi dalam meningkatkan literasi, ingat itu hanya cara menuju gerbang literasi.

Kemudian pertanyaannya, indeks apa yang menjadi parameter literasi atau indeks literasi? Ternyata sampai saat ini masih diperdebatkan. Formulasinya masih perlu dipertanyakan jika hanya merujuk pada indeks kegemaran membaca dan menulis maka argumentasi diatas sangat jelas kita belum memahami apa itu istilah literasi.

Salam Literasi.

Penulis adalah Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tanggamus