Beri Keterangan Berbeda Dari BAP, Warek Unila Asep Sukohar Ditegur Hakim

Tiga Wakil Rektor Unila saat menjadi saksi untuk perkara Karomani CS di PN Tanjungkarang, Selasa (17/1)/Faiza
Tiga Wakil Rektor Unila saat menjadi saksi untuk perkara Karomani CS di PN Tanjungkarang, Selasa (17/1)/Faiza

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Lampung (Unila) Asep Sukohar ditegur majelis hakim karena kesaksiannya dalam sidang perkara suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila bertentangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).




Asep Sukohar menjadi saksi untuk tiga terdakwa mantan Rektor Unila Karomani, mantan Wakil Rektor I Bidang Akademik Heryandi dan mantan Ketua Senat Muhammad Basri di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (17/1).

Mulanya, JPU KPK Agung Satrio Wibowo bertanya apakah Asep Sukohar pernah diminta mencari mahasiswa titipan. Hal itu dibantah oleh Asep Sukohar. Asep mengatakan, tidak diminta untuk Karomani untuk mencari mahasiswa titipan melainkan dana untuk pembangunan yayasan Lampung Nahdliyyin Center (LNC).

"Pak Rektor tidak meminta mencarikan mahasiswa titipan tapi membantu untuk mencarikan dana untuk yayasan LNC," kata Asep Sukohar.

"Pak Rektor bilang 'kamu bisa bantu, kita sedang bangun LNC', saya tanya maksudnya bantu apa, 'bantu dana' lalu Pak Rektor minta cari, itu peristiwa sekitar Oktober 2021," jelas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung itu.

JPU KPK Agung kemudian menanyakan kapan Karomani membahas masalah mahasiswa titipan. Namun, Asep tetap membantah tidak pernah diminta oleh Karomani soal itu.

Bantahan Asep tersebut kemudian dipotong oleh Ketua Majelis Hakim Lingga Setiawan. Lingga mengulangi pertanyaan yang diajukan JPU KPK dan Asep mengubah jawabannya.

"Iya pernah yang mulia," jawab Asep.

"Terus apa jawaban Karomani?" Kata Hakim Lingga.

"Iya nanti dilihat dulu skornya, asal sesuai skornya bisa lulus," jawab Asep.

Jawaban tersebut membuat Ketua Majelis Hakim Lingga berang dan menegur Asep Sukohar. Menurut Hakim, jawaban tersebut berbeda dengan keterangan Asep di BAP, di mana Karomani menyetujui mahasiswa titipan dengan syarat memberikan sumbangan untuk pembangunan LNC.

"Jawaban anda berbeda dengan BAP, ingat saudara sudah disumpah. Saudara juga bisa diancam pidana. Mana yang benar, di BAP atau keterangan sekarang di persidangan?" tanya Ketua Majelis Hakim.

"Jawaban sesuai dengan BAP yang mulia, maaf saya lupa," jawab Asep lagi.

Diketahui, selain Asep Sukohar, JPU menghadirkan lima saksi lainnya dalam persidangan kalau ini. Di antaranya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Yulianto dan Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Prof. Suharso. Kemudian, Wakil Dekan Kedokteran Rasmi Zakiah Oktarlina, Rady dan Sofiah.