Berkas Belum Rampung, KPK Perpanjang Masa Tahanan Rektor Unila dan Tersangka Lainnya

Rektor Unila Prof. karomani/net
Rektor Unila Prof. karomani/net

KPK memperpanjang masa penahanan mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani dan tiga tersangka lainnya. Penahanannya diperpanjang pada 9 September sampai 18 Oktober 2022.


Selain Karomani, KPK juga memperpanjang penahanan 3 tersangka lainnya yaitu Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri dan salah satu pemberi suap Andi Desfiandi.

“KPK memperpanjang masa penahanan para tersangka,” kata juru bicara KPK Ali Fikri, Senin (12/9).

Ali Fikri menambahkan, hal itu dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan pemberkasan dalam perkara dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Unila jalur Mandiri tahun 2022 itu.

"Tim penyidik KPK saat ini masih membutuhkan  waktu," ujarnya.

Di mana, Karomani ditahan di Rutan KPK di Gedung merah Putih. Sedangkan Heryandi, M. Basri dan Andi Desfiandi ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Karomani cs terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Sabtu, 20 Agustus 2022 di Bandung, Lampung dan Bali. Kemudian, mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Karomani cs disebut menerima suap dengan total sekitar Rp 5 miliar dari penerimaan mahasiswa jalur mandiri Unila itu. Karomani mematok harga Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi mahasiswa yang ingin lulus.