BK Tak Bisa Mediasi, Wiyadi Kalim Memang Tak Ada Masalah Pada Pimpinan DPRD 

Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi/ Faiza
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi/ Faiza

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandarlampung Sidik Efendi mengaku pihaknya telah menggelar rapat internal membahas polemik dua kubu menyikapi kinerja Ketua Wiyadi. 


Hasilnya, lantaran tak ada aduan tertulis ke BK, sehingga pihaknya tidak bisa melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dan merekomendasikan kepada Pimpinan DPRD untuk melakukan mediasi kepada pihak terkait. 

Hal ini, agar segera ada solusi terbaik agar tugas-tugas sebagai anggota dewan tidak terhambat.

Menyikapi ini, Ketua DPRD Wiyadi mengatakan, unsur pimpinan dewan tak ada yang merasa ini masalah, sehingga tidak bisa melakukan media menindaklanjuti rekomendasi BK. 

"Unsur pimpinan DPRD tidak ada masalah, jadi tidak bisa melakukan mediasi menindaklanjuti BK," kata dia ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/6).

Ia mengklaim, tak ada permasalahan di DPRD dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Menurutnya, seluruh kegiatan tetap berjalan dan polemik ini hanyalah perbedaan pendapat semata. 

"Kegiatan pembangunan tetap berjalan, ini namanya perbedaan, perbedaan dalam keluarga itu sesuatu yang wajar, kakak sama adek berbeda juga ada, pasti nanti ketemu jawabannya," kata dia.

Namun, ketika dimintai keterangannya terkait upaya apa yang sudah dilakukannya untuk meredam riak-riak dalam kepemimpinannya, Wiyadi enggan berkomentar banyak. 

"Insyaallah pasti ada jalannya, gak semua upaya perlu dipublish toh," kata Ketua DPC PDIP Bandarlampung ini. 

Selain itu, menyikapi aduan evaluasi 29 anggota DPRS ke Kantor DPP PDIP di Jakarta, Wiyadi menegaskan dirinya sebagai petugas partai akan mengikuti apapun perintah partainya. 

"Sudah saya bilang ke media, saya ini petugas partai jadi akan mengikuti apa pun perintah partai. Apa yang jadi perintah partai, kami wajib untuk patuh dan tegak lurus," pungkasnya.