BMKG Lampung Jelaskan Fenomena Hujan Es di Kemiling

Tangkapan layar video hujan es di Kemiling Bandar Lampung/instagram @bmkglampung
Tangkapan layar video hujan es di Kemiling Bandar Lampung/instagram @bmkglampung

Fenomena hujan es di Kemiling, Bandar Lampung menjadi ramai diperbincangkan setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung Lampung mengunggah video fenomena itu lewat akun instagramnya @bmkglampung, Senin (19/9).


"Hujan es terjadi di wilayah Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung sore ini (19/9), selama periode pancaroba kami menghimbau kepada sobat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama sore dan menjelang malam hari," tulis BMKG Lampung.

Selain itu, BMKG menyebut, pancaroba masih akan berlangsung sampai dengan bulan Oktober mendatang. Sehingga masyarakat diminta untuk selalu waspada.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, fenomena hujan es adalah hal biasa dalam fenomena alam. Hal itu terjadi ketika suatu wilayah sedang mengalami peralihan musim atau pancaroba dan ada awan kumulonimbus.

"Fenomena hujan es merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang disebabkan oleh anomali cuaca," kata dia, Selasa (20/9).

Rudi menjelaskan, hujan es biasanya terjadi di wilayah ekstratropis, tetapi dapat juga terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Terjadinya hujan es pun tak lama, hanya berkisar satu jam.

Proses terjadinya hujan es, kata Rudi, tak jauh berbeda dengan hujan air biasa, yang membedakan adalah pada proses kondensasi atau penguapan. Proses kondensasi adalah saat uap air berubah menjadi partikel-partikel es yang dipengaruhi oleh suhu udara rendah di ketinggian. 

"Tepatnya saat ada pengembunan mendadak akibat pergerakan massa udara naik dan turun sangat kuat di dalam awan kumulonimbus. Hingga massa udara yang sangat kuat membentuk partikel es itu," pungkasnya.