Bobol ATM Di Jabotabek, Pelaku Ditangkap Setelah Bobol ATM Di Daerahnya




Delapan kali beraksi di Jabotabek, pembobol ATM dibekuk setelah beraksi di kampung halamannya sendiri, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Tekab 308 Polres Tanggamus membekuk Andi Saputra (47) setelah menguras Rp8,5 juta nasabah BNI di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus.

"Lampung baru kali itu, delapan kali di Jawa Barat, Tangerang dan Jakarta," kata Andi Saputra, salah seorang komplotan pembobol ATM antarprovinsi itu, Minggu (12/4).

[caption id="attachment_38333" align="alignnone" width="711"] Tato pelaku pembobol ATM/Foto Humas Polres Tanggamus[/caption]

Pria bertato warga Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu itu mengaku perannya hanya mencatat atau mengingat nomor PIN.

Saat membobol ATM di RS Panti Secanti Gisting,' Kabupaten Tanggamus, ia mengaku dapat bagian Rp1,7 juta dari rekannya berinisial ED.

"Uangnya sudah habis dipakai sehari-hari," ujarnya.

Dari tangannya, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa 2 buku tabungan, 1 kartu ATM dan dompet.

Modus tersangka, bersama rekannya, mengganjal lubang ATM menggunakan kayu korek api.

Sehingga ketika kartu ATM korban masuk mesin tidak dapat diakses oleh mesin ATM.

Seorang pelaku berinisial ED langsung menawarkan bantuan sedangkan Andi Saputra memperhatikan korban saat menekan PIN ATM.

Usai PIN ATM diketahui, dengan kecepatan tangan, ED langsung menukar kartu lalu pergi meninggalkan ATM.

Korban yang merasa ATM telah keluar kembali melakukan transaksi, tetapi mesin mengeluarkan peringatan bahwa dirinya telah menyalahgunakan kartu.

Setibanya di rumah, korban mendapatkan notifikasi SMS banking bahwa ATM telah menarik uang Rp8,5 juta.

Dari situ, korban melapor ke Polsek Talang Padang.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengatakan ED eksekutor yang menukar dan mengambil uang sedangkan.

Kasat menegaskan pelaku berusaha' melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap sehingga anak buahnya terpaksa menyarangkan timah panas ke kakinya.

"Tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara," imbuhnya.

Atas adanya modus tersebut, Kasat menghimbau masyarakat untuk waspada ketika akan mengambil uang di ATM.

"Perhatikan terlebih dahulu sekitar maupun lubang ATM jika ada yang mencurigakan lebih baik melapor kepada satpam maupun petugas terdekat," katanya.

Lebih baik, jika ada yang mencurigakan, tidak usah mengambil uang di ATM, lapor kepada petugas terdekat maupun terhindar dari modus pencurian seperti itu, katanya.