Bobrok, Pembangunan Sejumlah Ruas Jalan Era Gubernur Arinal

Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Provinsi Lampung ketika jumpa pers soal bobroknya pembangunan sejumlah ruas jalan/Tuti RMOLLampung
Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Provinsi Lampung ketika jumpa pers soal bobroknya pembangunan sejumlah ruas jalan/Tuti RMOLLampung

Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Provinsi Lampung menyoal buruknya pembangunan sejumlah ruas jalan di daerah ini. Ada yang baru selesai dikerjakan 1,5 bulan, jalan sudah rusak lagi.


Ormas yang salah satu tujuannya terciptanya pemerintahan yang bersih ini mencium sejak awal adanya dugaan tender proyek pembangunan jalan dikondisikan agar dimenangkan kontraktor tertentu saja.

Hal ini diungkapkan Ketua LMPI Lampung Hendra usai buka puasa bersama (bukber) di Cafe Kasta, Jl. dr. Susilo No.101, Pahoman, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Senin (3/5). 

Jalan yang baru dibangun sudah terkelupas dan amblas di Kabupaten Waykanan/Foto LMPI

LMPI telah menginvestigasi pembangunan sejumlah jalan, yakni jalan antara Pugung Raharjo-Jabung, Kabupaten Lampung Timur. "Jalan yang baru dibangun 1,5 bulan sudah rusak lagi," kata Hendra.

Lalu, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Waykanan (Negararatu-SP Soponyono, Soponyono-Serupa Indah, Serupa Indah-Pakuonratu, Indah-Tajab, Tegalmukti-Tajab, Tajab-Adi Jaya, SP Gajah-SP Randu).

Menurut Hendra, cepat rusaknya pembangunan sejumlah ruas jalan kemungkinan berawal dari penetapan pemenang tender yang diduga sudah dikondisikan. 

Para peserta tender dinyatakan gugur dengan alasan terkesan dibuat-buat. Misalnya, dokumen RKK tidak memenuhi persyaratan dan fakta komitmen ditandatangani bukan oleh pemimpin tertinggi perusahaan, katanya.

Jalan antara SP Gajah dan SP Randu di Kabupaten Waykanan/Foto LMPI

"Dari hasil evaluasi kami, peserta gugur dengan alasan yang mengada-ada dan mengarahkan pemenang lelang kepada peserta yang penawarannya lebih tinggi atau mahal. Ini jelas tidak menguntungkan negara," ujarnya. 

Hendra mengatakan LMPI Lampung akan mengawal ketat pembangunan jalan di Lampung. Dia mengajak masyarakat mengawasi ketat proses pembangunan jalan dan pembangunan-pembangunan yang dilakukan pemerintah lainnya.

"Kami juga akan meminta kepada Gubernur Arinal menghentikan kepala satuan kerja yang tidak mendukung visi misi Pemprov Lampung dan mendorong aparat penegak hukum berani mengusutnya," ujarnya.

Rata-rata, menurut Hendra, pembangunan jalannya tak sesuai spesifikasi (RAB) proyek sehingga baru dibangun sudah rusak parah dan malah ada yang sudah ambles. Investigasi dilakukan 12 Februari dan 25 April 2021.