Bos Bakso Sony Siap Gugat Pemkot Bandarlampung

Bos Bakso Son Haji Sony akan menggugat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung ke Pengadilan Tata Usaha Negeri pada pekan depan. 


"Kita akan melakukan gugatan ke pengadilan untuk membela masyarakat yang membutuhkan. Karena yang kami pertimbangkan adalah karyawan ini," kata Penasehat Hukum Bakso Sony, Dedi Setiadi, Senin (20/9). 

Ia mengaku sangat kecewa dengan sikap dan tindakan Pemkot Bandarlampung yang memaksa menutup atau menyegel gerai bakso kliennya. 

"Sekitar 200 karyawan harus terpaksa ikut mengalami kesulitan ekonomi pada masa yang sulit seperti saat ini," ujarnya. 

Persoalan pajak, Dedi Setiadi mengaku pada tahun 2019 Bakso Son Haji Sony menerima anugerah penghargaan sebagai kontribusi penyetor pajak terbaik oleh Direktorat Jenderal Pajak Tanjungkarang. 

"Jadi ini tindakan sewenang-wenang, dan arogansi Pemerintah Kota Bandarlampung terhadap klien kami, dan kami pasti akan mengambil langkah hukum," jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi juga menyayangkan tindakan Pemkot yang asal menyegel, tanpa pemberitahuan. Menurutnya, tiga hari lalu baru diberikan surat untuk melakukan pertemuan Selasa, namun Senin telah disegel.

Sementara itu, salah satu karyawan, Dwi Purnomo mengaku sangat kecewa dengan tindakan Pemkot Bandarlampung. Ia mengaku setiap melakukan transaksi pasti direkam dalam tapping box. 

"Sudah tiga tahun saya kerja disini, gimana anak dan istrinya kalau saya harus berhenti bekerja," ujarnya dengan menitihkan air mata.