BPN Tanggamus Diduga Salahi Prosedur Terbitkan Sertifikat

Diduga terjadi kesalahan prosedur saat penerbitan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 milik warga Pekon Talangpadang Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus.


Apriadi salah satu pengugat menjelaskan, ia dan seorang
warga mewakili tiga warga lain yang tidak bisa ikut hadir ke BPN Tanggamus.

Mereka mempertanyakan keabsahan sertifikat atas nama Adnan
yang diterbitkan BPN Tanggamus tahun 2018.

"Saya baru tahu tanggal 13/2, kalau bendungan yang ada
disisi kebun kami 5 warga, sudah disertifikatkan," ujarnya di Kantor BPN,  Kamis (5/3).

Menurutnya, dulu kakeknya Adnan bernama Damin, minta izin
ke mereka yang punya kebun untuk membendung boloran yang menjadi pembatas kebun,
untuk pelihara ikan juga sumber air mengaliri sawah mereka," jelas Apriadi .

Dia menjelaskan langsung mendatangi mantan Kepala Pekon Talangpadang
yang menyatakan akan koordinasi dengan mantan bawahannya karena tidak
mengetahui persisnya.

"Lalu saya ke mantan sekdes, iapun langsung menelpon
kepala dusun setempat, kadus mengatakan benar kalau bendungan itu sudah
bersertifikat atas nama Adnan, saya terus memberi tahu keempat warga tetanga
kebun saya prihal itu," jelasnya.

Menurutnya, merekapun dimediasi, dipertemukan di balai
pekon dan langsung turun ke lokasi. Tapi pertemuan tidak menemui kata sepakat, tetap
saling mempertahankan tanah yang disertifikatkan luasnya sekitar 20 meter× 70 meter.

"Saya juga sudah menghubungi tim pelaksana
pengukuran dari BPN Tanggamus saat itu, pihak BPN mengatakan berdasarkan hasil
cek berkas yuridis diangap lengkap, sehinga persyaratan diangap sah, juga
dibuktikan dengan adanya patok-patok, maka kami melakukan pengukuran,"
jelas Apriadi menirukan ucapan pihak BPN.

Kantor Berita
RMOLLampung mencoba mengonfirmasi mantan Sekdes, Gunawan melalui sambungan
telepon 081279643xxx.

Namun, menurut anaknya,
Gunawan sedang di luar dan bada Magrib diminta telpon lagi. Saat kembali ditelpon
aktif tapi tidak diangkat. Dihubungi via Whatsaap belum dibaca.[
R]