BPOM Masih Temukan Pangan Tak Layak Konsumsi

 Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandarlampung bersama dengan instansi terkiat, melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Bulan Ramadan di Kota Bandarlampung, Rabu (13/5).


"Intensifikasi pengawasan pangan selama Bulan Ramadan ini dilakukan serentak di seluruh provinsi selama 4 tahap atau 4 minggu. Ini adalah minggu ketiga, hari ini kita mengunjungi dua sarana distribusi pangan, dan satu pasar," kata Kepala Balai Besar POM di Bandarlampng, Susan Gracia Arpan.

Dari hasil pengawasan ditemukan beberapa makanan tak layak konsumsi, seperti kaleng penyok, beberapa ikan tidak segar dan beberapa makanan yang tidak sesuai dengan izin edar.

"Kita akan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk menarik dan akan mendukung untuk mendaftar izin edar, sedangkan untuk saranadistribusinya akan kita surati," jelasnya.

Sedangkan untuk pasar Tugu dilakukan pemeriksaan 23 jenis takjil.

"Semuanya sudah memenuhi standar. Sejauh ini makan yang beredar di kota bandarlampung sudah aman di konsumsi," ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam membeli makanan dengan cek KLIK. "Cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluwarsa," kata Susan.

Dari 27 April hingga 13 Mei, Balai Besar POM di Bandar Lampung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 agen/grosir, 11 ritel/swalayan/mall, pasar bambu kuning, pasar gudang lelang, pasar tugu dan jajanan takjil di enggal, way halim, kemiling, teluk betung dan sukarame.

Hasil pengawasan ditemukan produk Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) 16 item atau 71 pcs yang terdiri dari  pangan rusak 10 item, produk Tanpa Izin edar (TIE) 5 item dan kedaluwarsa 1 item dengan nilai keekonomian Rp.656.875,- selain itu dilakukan pemeriksaan terhadap 197 sampel jajanan takjil dan hasilnya Memenuhi Syarat (MS).