BTN Dapat Suntikan Dana Rp1,4 Triliun dari JICA, Citi Indonesia dan BCA

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Citi Bank dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai total 100 juta dolar AS/Ist
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Citi Bank dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai total 100 juta dolar AS/Ist

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat suntikan dana senilai USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun (kurs Rp14.000 per USD1).


Suntikan dana tersebut berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Citi Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Fasilitas pinjaman dari JICA, Citi Indonesia dan BCA tersebut akan digunakan Bank BTN untuk mendukung pembiayaan rumah rakyat dengan menyukseskan pembangunan sejuta rumah.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pinjaman dari JICA merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap peran Bank BTN dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.

“Fasilitas pinjaman dari JICA ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Bank BTN dalam mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah,” kata Haru Koesmahargyo di Jakarta, Rabu (18/05).

Haru menjelaskan, fasilitas pinjaman dari JICA berjangka waktu 5 tahun. Dalam kerja sama ini, JICA mempersyaratkan adanya bank komersial yang turut memberikan fasilitas pinjaman kepada Bank BTN. Dalam upaya memenuhi persyaratan tersebut akhirnya Bank BTN menggandeng Bank BCA dan Citi Indonesia. 

“Ada pun dari total kredit yang disalurkan sebesar USD100 juta, kontribusi JICA mencapai JPY 7 miliar atau setara USD60 juta. Sedangkan Citi Indonesia dan Bank BCA memberikan fasilitas pembiayaan kepada Bank BTN sebesar Rp560 miliar,” ungkap Haru. 

Menurut Haru, fasilitas pinjaman dari JICA, Citi maupun BCA akan digunakan bank BTN untuk memberikan pembiayaan KPR kepada segmen menengah dan bawah. Khususnya untuk yang berpenghasilan di bawah Rp12 juta yang saat ini cukup mendominasi realisasi KPR BTN Non Subsidi. 

Di mana pada tahun 2021 sebesar 72,55% merupakan penyaluran KPR pada segmen ini. Untuk memenuhi komitmen perjanjian tersebut, BTN membidik generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi demografi masyarakat Indonesia.

“Kami intensif menggandeng para pengembang yang membangun hunian yang sesuai dengan selera milenial. Kami juga meracik beragam program KPR yang memudahkan akses para generasi Milenial maupun generasi Z seperti aplikasi BTN properti dan program KPR BTN Gaes For Milenial,” kata Haru.

Dengan tambahan fasilitas pinjaman dari JICA, kata Haru, Bank BTN dapat menambah penyaluran KPR non subsidi untuk 460 unit rumah per tahun dari tahun 2022 sampai 2027 sesuai akhir tenor pinjaman JICA ke Bank BTN. 

“Tahun 2022 ini, target penyaluran KPR non subsidi sebesar 43.931 unit atau tumbuh 59,08%. Angka tersebut sudah menghitung pinjaman bilateral di atas,” sebut Haru.

Pengesahan kerja sama pinjaman bilateral tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dan Director General, Private Sector Partnership and Finance Department of JICA  Japan Shohei Hara, Senior Representative of JICA Indonesia Nozomu Ono, Country Head of Treasury & Trade Solutions Citi Indonesia Yoanna Darwin dan Direktur Corporate Banking BCA Rudy Susanto dan disaksikan Kedutaan Jepang di Indonesia, Masami Tamura.

Director General, Private Sector Partnership and Finance Department of JICA  Japan Shohei Hara menyatakan, JICA sangat yakin bahwa transaksi pinjaman tersebut berkontribusi dalam memecahkan isu-isu kritikal terkait dengan terbatasnya akses pembiayaan perumahan di Indonesia. 

Terutama untuk segmen menengah ke bawah. Dengan kesempatan ini sebagai permulaan, JICA ingin terus meningkatkan hubungan baik dengan BTN.

Sementara itu, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, Citi Indonesia menyambut positif kerja sama pembiayaan ini, dengan tujuan mendukung kredit perumahan ke segmen berpenghasilan menengah ke bawah di Indonesia. 

“Hal ini sekaligus mengukuhkan komitmen Citi terhadap pembiayaan inklusif dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Melalui Kerja sama ini, kami terus mendorong dampak sosial yang positif sekaligus mendukung prioritas pembangunan pemerintah Indonesia,” kata Batara.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Rudy Susanto mengatakan, BCA mencermati antusiasme masyarakat terutama milenial terhadap sektor properti cukup baik. Di sisi lain, BCA turut mendukung pemerintah dalam percepatan Program Sejuta Rumah bagi masyarakat. 

“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada BCA untuk memperluas komitmen sebagai bank yang senantiasa memberikan nilai tambah kepada segenap pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Rudy Susanto.

Ada pun, sepanjang periode Januari-Maret 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp277,13 triliun meningkat 6,04% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp261,34 triliun. 

Ada pun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp248,57 triliun. Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada kuartal I/2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp134,04 triliun atau tumbuh 9,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,96 triliun. 

Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,16% menjadi Rp84,28 triliun pada kuartal I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,14 triliun.(*)