Bunda Eva: Politik Sembako/Uang Lahirkan Pemimpin Sibuk Bayar Hutang

Bunda Eva selfi dengan pendukungnya/Foto Ist
Bunda Eva selfi dengan pendukungnya/Foto Ist

Calon Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan politik sembako dan uang hanya melahirkan pemimpin yang sibuk bayar hutang saja selama berkuasa.


"Politik sembako dan uang hanya akan melahirkan pemimpin yang direpotkan memikirkan bayar hutang selama berkuasa nantinya," katanya pada kampanyenya di Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Selasa (29/9).

Dia mengajak masyarakat agar menolak politik sembako dan uang sekaligus menjadikan pilkada momentum untuk kehidupan yang lebih baik lima tahun ke depan.

Menurut istri Wali Kota Bandarlampung Herman HN itu, di tangan masyarakat, 9 Desember nanti, harapan selama ini akan terwujud lewat sosok pemimpin yang tak terbebani hutang.

Politik sembako dan politik uang, ditegaskannya lagi, selain melanggar hukum juga akan direpotkan dengan harus membayar hutang-hutangnya akibat biaya sosialisasi yang tinggi buat beli sembako dan tabur uang,.

"Pemimpin seperti itu, jika terpilih, sang calon akan lebih banyak memikirkan hutang ketimbang rakyat," ujarnya.

Oleh karena itu, Bunda Eva, panggilan Eva Dwiana, berharap masyarakat tidak mudah tergoda oleh politik uang dan politik sembako yang biasanya marak terjadi setiap perhelatan pilkada.

Bunda Eva bertanya apakah program-program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama dua periode kepemimpinan suaminya akan dilanjutkan atau tidak?

Para peserta kampanye yang rata-rata wanita menjawab dengan teriakan: masiiih.

“Kalau masih ingin seperti sekarang pilih Bunda. Insyaallah, kita sama-sama berdoa kedepannya SMA dan SMK di bawah pemkot,” katanya.

Bunda Eva juga memaparkan progra pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan, dan sejumlah program prioritas lainnya.

Istri Wali Kota Bandarlampung Herman HN itu juga mengajak masyarakat menjadikan pilkada sebagai momentum untuk menatap masa depan Bandarlampung lima tahun mendatang.

"Bunda meminta agar kita bersama-sama melawan politik uang dan politik sembako demi masa depan Bandarlampung lebih baik pada lima tahun kedepan," ujarnya.