Buntut Kasus Holywings, Satpol PP Siap Bantu Penutupan Outlet Tanpa OSS Jual Miras 

Plt. Kasatpol PP Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan/ RMOLLampung
Plt. Kasatpol PP Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan/ RMOLLampung

Tempat hiburan dan outlet di Kota Bandar Lampung bisa bernasib serupa Holywings di Jakarta yang ditutup lantaran tidak mengantongi Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) untuk menjual minuman beralkohol atau minuman keras (miras).


Untuk menutup tempat hiburan dan outlet itu, Plt. Kasatpol PP Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menutup tempat penjualan miras tanpa izin. 

Itu berlaku sejak keluarnya keputusan gubernur tanggal 16 Juni 2015 yang membatalkan perda nomor 11 tahun 2008 tentang pengawasan dan pengendalian pengedaran penjualan minuman beralkohol.

"Mekanisme pengajuan izinnya sendiri dilakukan melalui rekomendasi dinas perdagangan, sehingga jika akan dilakukan penutupan tempat penjualan miras baik yang memiliki izin atau tidak menjadi ranah aparat penegak hukum," ujar Anthoni, Selasa (12/7).

Namun, Anthoni menegaskan pihaknya siap membantu penutupan jika dilibatkan oleh instansi terkait ataupun aparat penegak hukum.

Anthoni menambahkan, selama ini pihaknya melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap peredaran miras berdasarkan Inwali No 01 Tahun 2017. 

Sebelumnya, Ketua MUI Bandar Lampung, Amiruddin menyatakan perizinan OSS sangat dipenting diberlakukan sebagai upaya membatasi peredaran miras hanya pada tempat-tempat tertentu.

Sehingga, tidak pada sembarang tempat bisa dengan gampang melakukan jual-beli barang yang dalam hukum Islam jelas haram hukumnya.

Ketua Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Unila, Dr. Yusdianto, outlet yang menjual miras harus mengikuti regulasi yang berlaku saat ini.

"Tidak boleh, penjualan miras diperkenankan bila mengikuti perizinan yang diterapkan melalui OSS," tegas Yusdianto, kepada RMOLLampung, Jumat (8/7).

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Sudibyo Putra mengatakan miras hanya bisa diperjualbelikan di bar dan perhotelan yang telah mengantongi perizinan. Di luar ketentuan maka menjual miras merupakan tindakan ilegal.