Bupati Dendi Yakin Pesawaran Mampu Hasilkan Buah Melon

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menghadiri panen perdana Melon Sulton Green House Pondok Pesantren Al-Hidayat di Desa Gerning Kecamatan Tegineneng/ Ist
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menghadiri panen perdana Melon Sulton Green House Pondok Pesantren Al-Hidayat di Desa Gerning Kecamatan Tegineneng/ Ist

Konsep pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pangan semata melalui peningkatan produksi, tetapi telah berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat tani melalui peningkatan pendapatan.


Hal tersebut sejalan dengan program Gubernur Lampung pada sektor pertanian yaitu Petani Berjaya. Petani dituntut untuk menciptakan peluang bisnis dari usaha taninya.

Sehingga, tidak hanya berorientasi usaha tani subsystem tetapi sekaligus berpikir skala ekonomi dari usaha tani yang dilakukannya.

Hal itu dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menghadiri panen perdana Melon Sulton Green House Pondok Pesantren Al-Hidayat di Desa Gerning Kecamatan Tegineneng, Kamis (14/7).

Untuk itu diperlukan terobosan dalam pemilihan komoditas pertanian untuk dikembangkan, dengan pertimbangan tingginya permintaan dan memiliki ekonomi yang tinggi.

"Komoditas holtikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah dan sayur," kata Dendi.

Menurutnya, peluang usaha yang menjanjikan dari komoditas hortikultura ini, didukung dengan letak geografis dan kondisi alam Pesawaran yang sangat mendukung untuk pengembangan kawasan hortikultura, terutama bagi buah tropis seperti melon.

"Komoditas melon di Provinsi Lampung saat ini didominasi oleh tiga kabupaten, yaitu Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro. Jika melihat potensi alam yang ada di Pesawaran, kita meyakini dapat ikut berkontribusi kepada ketersediaan buah tropis di Provinsi Lampung," ujarnya.