Bupati Dewi Paparkan Gerakan Literasi Di Tanggamus

Bupati Dewi Handajani selaku Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus, mengikuti webinar (web seminar) Simpul Literasi Se-Provinsi Lampung di ruang rapat Bupati, Kamis (11/6).


Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Prof. Mukri, saat membuka acara menyampaikan, dalam Islam itu literasi merupakan bagian dari budaya, ini dapat dilihat dari surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammadi SAW, yakni Surat Al Alaq ayat 1-5 ayat pertama yakni IqroÔÇÖ artinya bacalah, merujuk arti tersebut kita ditekankan untuk selalu sadar berliterasi atau membaca.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Salim, mengharapkan, agar budaya literasi dapat lahir dan tumbuh dari jiwa warga sendiri, bukan dipaksakan, pemerintah dalam hal ini akan mendorong terus budaya literasi.

"Karena semua informasi yang bermanfaat bagi masyarakat didapat, yang pada akhirnya dapat memacu kreatifitas untuk mencapai kesejahteraannya," jelasnya.

Bupati Dewi Handajani, menyampaikan sejak dikukuhkan sebagai bunda literasi Tanggamus oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI tanggal 20 Januari 2020 lalu, memiliki tanggung jawab sebagai mitra utama dalam upaya memajukan Gerakan Literasi Nasional di Tanggamus, dan mewujudkan kabupaten ini sebagai kabupaten literasi.

Menurutnya, untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, Bupati telah membuat program kerja yang telah ditetapkan.

Yakni pembentukan bunda literasi kecamatan dan bunda literasi pekon. Kedua, peningkatan dan pembudayaan gerakan gemar membaca.

Ketiga, pengembangan pemberdayaan perpustakaan daerah perpustakaan pekon, rumah baca, perpustakaan keliling, sudut baca dan komunitas baca. Keempat, peningkatan jumlah media literasi. Kelima, peningkatan literasi bagi pelaku UMKM.

Literasi bagi pelaku UMKM juga sangat penting, karena keberadaan produk yang baik tanpa didukung dengan konsep produksi dan pemasaran yang baik, maka akan sulit menjadikan pelaku UMKM sejahtera. Oleh karenanya perlu dilakukan literasi bagi pelaku UMKM agar memiliki konsep produksi dan pemasaran yang baik, seperti dalam penggunaan alat dan bahan, membuat branding serta teknik pemasarannya.

"Terlebih dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, dimana proses jual belis sangat mudah dilakukan dan mampu menjangkau pembeli yang lebih banyak, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Pelaku UMKM" kata Bupati

Peningkatan akses literasi di wilayah Pekon literasi saat ini tidak hanya dilakukan melalui buku, tetapi dengan kemajuan teknologi informasi, literasi dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi informasi, seperti internet dan gadget.

Namun bagi sebagian masyarakat, masih ada yang belum bisa mendapatkan akses tersebut, apalagi dengan karakteristik wilayah kabupaten tanggamus yang sebagian merupakan perbukitan, sehingga kondisi ini menjadi penghalang bagi tersebarnya jaringan telekomunikasi, baik radio, televisi maupun telepon selluler.

"Oleh karenanya, kami juga akan terus mendorong, agar ketersediaan akses teknologi informasi ini dapat ditingkatkan. Apalagi ini juga telah menjadi salah satu Program 55 Aksi Bupati Tanggamus, yang telah berjalan dan mulai membuahkan hasil," ujarnya.

Dimana sejak tahun 2019 sampai 2020 ini, telah terbangun 3 Tower BTS di daerah yang tadinya blankspot, sehingga masyarakat disana mulai bisa mengakses informasi dengan mudah.

Ketujuh, peningkatan inovasi literasi, inovasi menjadi penting dalam proses literasi, melalui inovasi diharapkan masyarakat memiliki cara baru yang mudah, murah, cepat, dan menyenangkan dalam melakukan literasi.

Beberapa inovasi telah ditetapkan dan berjalan, seperti, Delica (Delivery Baca), Geliat (Gerakan Literasi Anak-anak Tanggamus), Sivilia (Sinema Visual Literasi Untuk Pemustaka), Kelas Menilis, Kelas Mendongeng, Podium (Pojok baca Di tempat Umum) dan Gerbang Mas (Gerakan Menyumbang Buku untuk Masyarakat).

"Kedepan kami akan terus mengupayakan agar inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan di Kabupaten Tanggamus. Mudah- mudahan kedepan semakin banyak bantuan dan program literasi yang dapat diberikan, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang unggul, berdaya saing, dan sejahtera. mudah didapat sehingga bisa mencapai kemajuan dan kesejahteraan," jelasnya.

Rapat secara virtual tersebut diikuti oleh Wakil Gubernur Lampung, Sekda Provinsi Lampung, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus, Wakil Bupati Pringsewu, Wakil Bupati Pesisir Barat, Komisioner KPU Lampung, Anggota DPRD Lampung, Tokoh Muda Muhammadiyah Lampung, Puteri Buku Indonesia, Relawan Literasi Lampung.