Bupati Lampung Tengah Suap Rp9,6 M Lima Wakil Rakyat


RMOLLampung. Jaksa Tipikor mendakwa Bupati Lampung Tengah Mustafa menyuap Rp9,6 Miliar anggota DPRD Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/5/2018).
Bupati nonaktif karena jadi kontestan Pilgub Lampung itu menyuap lima legislator DPRD Lampung Tengah (Lamteng) untuk meloloskan pinjaman Rp300 juta dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Jaksa KPK Ali Fikri mengatakan Mustafa telah memberikan atau menjanjikan uang sejumlah tersebut kepada Wakil Ketua I DPRD Lamteng Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Ketua Fraksi PDIP Raden Sugiri Bunyana, dan Ketua Fraksi Gerindra Zainuddin.
Menurut Jaksa Ali Fikri, anggota DPRD Lamteng tidak bulat menyetujui pinjaman pada Rapat Pembahasan Ketentuan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) untuk masuk dalam APBD TA 2018.
Yang setuju pinjaman tersebut, hanya Fraksi PKS saja. Karena mayoritas tidak setuju, Mustafa melakukan pertemuan dengan Natalis Sinaga di Rumaj Dinas Bupati Lamteng. Pada pertemuan, Mustafa minta Natalis Sinaga memengaruhi Fraksi Gerindra dan Demokrat.
Natalis Sinaga kemudian minta tambahan fee RP3 Miliar kepada Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Taufik Rahman. Taufik melaporkannya ke Mustafa. Bupati Lamteng itu "acc".
Mustafa memerintahkan Taufik menghubungi rekanan yang bakal mengerjakan proyek yang dananya berasal dari pinjaman tersebut, yakni Simon Susilo dan Budi Winarto alisa Awi.
Setelah dana terkumpul, Taufik menyetorkannya secara bertahap ke anggota DPRD Lamteng.
Natalis Sinaga mengantongi Rp2 Miliar melalui Rusmaladi untuk dirinya Rp1 Miliar dan Plt Ketua DPC Demokrat Lamteng Rp1 Miliar.
Ketua Fraksi PDIP Raden Zugiri juga menerima secara bertahap dark Rusmaladi dan Aan Riyanto sebesar Rp1,6 Miliar. Bunyana alias Atubun melalui ajudan Mustafa, Erwin Mursalin, menerima Rp2 Miliar.
Ketua Fraksi Gerindra Zainuddin, melalui Andri Kadarisman, menerima.Rp1,5 Miliar untuk Ketua Gerindra Provinsi Lampung Gunadi Ibrahim.
Andri Kadarisman lalu memberikan uang Rp496 juta kepada Natalis Sinaga, Raden Zugiri, dan Zainuddin. Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunadi melalui Ismail Rizki, Erwin Mursalin dan Ike Gunarto, secara bertahap menerima Rp1,2 Miliar.
Atas perbuatannya, Mustafa didakwa melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [hms]