Bupati Parosil Presentasi Inovasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Bupati Parosil Presentasi Inovasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi/Ist
Bupati Parosil Presentasi Inovasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi/Ist

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama enam gubernur dan lima bupati lainnya mengikuti presentasi kepala daerah inovatif kategori provinsi dan kabupaten.


Ini merupakan tahapan pada penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui virtual meeting, Selasa (23/11).

Penilaian IGA 2021 yang berpusat di Ruang Sidang Utama Gedung Kemendagri tersebut, dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri sekaligus Plh. Kepala Balitbang Kemendagri Dr. Eko Prasetyanto Purnomo Putro, S.Si, M.Si, MA., Sekretaris Badan Litbang Kemendagri Dr. Kurniasih, SH, M.Si.

Sementara untuk tim penilai berasal dari Kemenpan-RB, MNC TV, Bappenas, Kemenkeu, Universitas Indonesia, BRIN, Kemitraan LAN, dan Kemendagri

Bupati Parosil Mabsus melakukan paparan IGA tersebut secara virtual di kediamannya Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu dan didampingi Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wasisno Sembiring, SE., MP., Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ronggur L. Tobing, S.Ip., M.Si., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Paijo S.Km., M.Kes, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, SH.

Parosil Mabsus mempresentasikan sebanyak 269 inovasi daerah, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari tahun 2020 lalu yang hanya sebanyak 156 inovasi. Dengan 156 inovasi pada tahun 2020 tersebut, Lambar masuk enam besar kabupaten terinovatif IGA 2020 yang merupakan ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.

269 inovasi daerah tersebut terdiri dari 11 inovasi penanganan Covid-19, 23 inovasi pemulihan ekonomi, 26 inovasi jejaring sosial, 27 inovasi tata kelola pemerintahan, 32 inovasi peningkatan Indeks Pembangunan manusia (IPM), 46 inovasi penurunan kemiskinan, 39 inovasi peningkatan infrastruktur, dan 67 inovasi sesuai kewenangan daerah.

”Untuk prioritas inovasi pada tahun 2021 ini yakni penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, percepatan pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial,” beber Pakcik—sapaan Parosil Mabsus di hadapan tim juri.

Dijelaskan, inovasi penanganan dan pencegahan Covid-19 yakni pelopor pemeriksaan PCR untuk kasus Covid-19 waktu dari 15 hari menjadi tiga hari, terintegrasinya seluruh ambulance dengan PSC 119 penanganan tingkat pertama ambulance, dan membentuk Satgas penanganan bencana di tingkat pekon dan posko di tiap pekon.

”Untuk inovasi pemulihan ekonomi, melakukan pemberian modal usaha dengan pendamping dan tanpa agunan, satu rumah tangga wajib menghasilkan satu komoditas layak jual, pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata dan bantuan peningkatan kemandirian dan daya saing pedagang UMKM,” bebernya.

Untuk inovasi jaring pengaman sosial, pihaknya memiliki inovasi antara lain mengurangi beban orang tua siswa, bantuan pangan dengan pendampingan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan Balita, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

”Dengan adanya inovasi-inovasi di masa pandemic tersebut maka akan berdampak kasus Covid-19 terkendali, pertumbuhan ekonomi terkendali, dan laju inflasi masih terkendali. Kemudian dampak inovasi secara umum yakni pertumbuhan ekonomi masih terkendali, mengalami kontraksi tapi tidak terlalu tajam, daerah lain rata-rata terkontraksi -2.07 %, dan dampak penerapan inovasi pemulihan ekonomi,” kata dia.

Lebih lanjut Parosil mengungkapkan, komitmen terhadap inovasi daerah berkelanjutan dilakukan dengan membentuk Badan Penelitian dan Pengembangan sesuai Perda No.8/2016, menjadi target dalam RPJMD, mencanangkan Sai OPD Sai Inovasi (SOSIS) dituangkan dalam Perbup No.49/2019, melalui PM INDAH (Pamong Membangun Inovasi Daerah) sesuai Perbup No.52/2020 dan PM INTAN (Pekon Membangun Inovasi Berkelanjutan).