Bupati Sujadi Ingatkan ASN Pringsewu Tidak Terlibat Radikalisme

Bupati Sujadi/ Nurul Ikhwan
Bupati Sujadi/ Nurul Ikhwan

Bupati Pringsewu Sujadi ingatkan ASN tidak boleh terlibat radikalisme seperti sikap intoleran, anti Pancasila, dan anti NKRI sehingga dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.


Hal itu di disampaika Sujadi saat acara pengambilan sumpah dan janji PNS di lapangan pemkab setempat, Rabu (17/11).

Karena menurutnya, isu radikalisme adalah isu yang sering muncul saat ini. Untuk itu Sujadi mengingatkan, seluruh PNS yang mengabdi di lingkungan Pemkab Pringsewu untuk berhati-hati dalam menyaring informasi, menyampaikan pendapat, mengikuti forum-forum tertentu baik online maupun langsung yang mengarah pada faham radikalisme. 

"Terutama dengan telah diterbitkannya keputusan bersama 11 kementerian dan lembaga tentang penanganan radikalisme dalam rangka penguatan wawasan kebangsaan pada Aparatur Sipil Negara" kata Sujadi. 

Selanjutnya,Ia juga meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk mengawasi, mengayomi, dan mencegah para ASN di lingkungan perangkat daerahnya agar tidak terhanyut faham radikalisme. 

"Segera tindak lanjuti siapapun ASN yang terlibat, laporkan dan beri sanksi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Kepada kepala BKPSDM serta semua leading sector terkait, agar benar-benar berkoordinasi guna mengawasi dan mencegah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu terlibat dalam faham radikalisme tersebut," tegasnya.

Pada pengambilan sumpah dan janji diikuti sebanyak 500 Pegawai Negeri Sipil, terdiri 188 tenaga kesehatan, 226 tenaga guru serta 86 tenaga teknis, serta dilakukan dua sesi ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Sementara itu, Wakil Bupati Fauzi menambahkan,bahwa menjadi seorang PNS bukan merupakan suatu paksaan, karena itu setiap PNS di Kabupaten Pringsewu dituntut untuk patuh pada aturan yang berlaku.

"Mari bersama-sama kita ciptakan ketentraman, baik perkataan maupun perbuatan," ajaknya.