Bursa Calon Walikota Makin Ramai, Anak Dubes RI Kroasia Maju di Bandar Lampung


- Bursa calon walikota Bandar Lampung makin ramai, dengan munculnya Rycko Menoza. Dia, putra sulung Dubes RI untuk Kroacia yang bakal diusung Partai Golkar.
Dengan beredarnya nama Rycko Menoza, tiga kekuatan diluar Partai Golkar, Eva Dwiana (PDIP dan istri walikota Herman HN), Yusuf Kohar (Demokrat/wakil walikota), bakalan beradu kuat melawan Rycko Menoza.
Balum lagi, dua sosok bakal calon dari unsur independen, yakni Jenderal Polisi Ike Edwin (mantan Kapolda Lampung), dan DR. Firmansyah Alfian (Rektor IBI Darmajaya.
Ketua Golkar Lampung Arinal Djunaidi kabarnya telah merestui, dan meminta Rycko Menoza segera bersosialisasi, mengingat jadwal Pilkada semakin dekat, yakni 9 Desember 2020.'Arinal menginsyaratkan, khusus Pilkada Bandar Lampung akan mengajukan kadernya sendiri.
Dukungan Arinal bukan tanpa alasan. Arinal Djunaidi menyebut mendukung full langkah politik Rycko Menoza, mengingat jasa ayahnya, Komjen Pol. Sjachroedin ZP cukup besar buat pembangunan daerah Lampung.
Ayah Rycko, Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP merupakan Gubernur Lampung selama dua periode ( 2014-2016), yang saat ini bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kroasia. Di panggung politik, Sjacroeddin pernah pegang Ketua DPD PDIP Lampung, sementera di kepolisian: pernah Kapolda Jabar, Kapolda Sumsel, hingga petinggi di Mabes Polri.
[caption id="attachment_46188" align="alignnone" width="423"] Rycko Menoza dan Yusuf Kohar, diprediksi menjadi rival paling kuat untuk di Bandar Lampung (Ist)[/caption]
Oleh karena itu, Arinal Djunaidi menyebut Golkar akan mendukung kader sendiri di Pilkada Bandar Lampung. Hasil Musda Golkar 2020-2025, nama Rycko masih tercatat pegag jabatan wakil ketua di DPD Partai Golkar Lampung.
Selain kader Partai Golkar, kata Arinal Djunaidi, menilai Rycko sosok yang layak untuk "diadu" pada ajang Pilkada 2020, di Kota Bandar Lampung.
Untuk menjadi seorang wali kota, dibutuhkan dukungan materi yang mencukupi karena biaya politik memang sangat tinggi. Dan Rycko Menoza dianggap memenuhi kriteria yang ada.
Tak hanya Arinal Djunaidi yang optimis Rycko Menoza adalah kekuatan baru di Pilkada Bandar Lampung.
Nama besar SZP (Sjachroedin Zainal Pagar Alam), dipanggung politik Pilkada---peta politik bakal dinamis---bahkan terjadi pertarungan politik "antar gajah", yakni Eva Dwiana, Yusuf Kohar, dan Rycko Menoza. Ketiga kekuatan ini layak diperhitungkan.
Barang Sudah Jadi'
Sekertaris Golkar, Ismet Roni menyebut Rycko Menoza merupakan "barang jadi" tinggal dipoles-poles dikit. Dia harus rajin lebih rajin lagi turun menyapa warga," kata Ismet Roni, Sabtu 27 Juni 2020.
Sosoknya jelas, pernah bupati Lampung Selatan, dan memimpin sejumlah organisasi sosial dan kepemudaan seperti, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung, Ketua KNPI Lampung, Lampung Sai dan Pemuda Pancasila.
Memiliki garis keturunan seorang pemimpin dari kakeknya Zainal Abidin Pagaralam yang pernah menjadi wali kota , bupati di seluruh Kabupaten di Lampung kecuali Kota Metro.
"Jadi nih barang, semua kader Golkar harus mendukung karena memang Rycko sangat layak dan memiliki "trah" pemimpin jelas," kata Ismet mengulang.
Apa komentar Rycko Menoza ? "Sebagai kader partai tentunya saya akan tunduk pada aturan dan keputusan partai," kata Rycko, di Bandarlampung, Minggu, 28 Juni 2020.
Ia mengatakan, dukungan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Arinal Djunaidi sekaligus Gubernur Lampung terpilih itu merupakan sebuah pertanda baik untuk kemajuan Kota Bandarlampung karena dapat bersinergi dengan baik dalam pembangunan.
Dia menjelaskan, tak mungkin bisa terbangun suasana harmonis, jika walikota tak mendapat dukungan penuh oleh Gubernur Lampung. 'Untuk bisa menciptakan kinerja bagus, Walikota dan Gubernur harus bersinergi," kata Rycko.
Jika gubernur dengan bupati atau walikota sinergi, kata Rycko, akan berimbas positif kepada masyarakat karena usulan pembangunan akan mudah terpecahkan tetapi sebaliknya jika berjalan sendiri-sendiri yang paling dirugikan masyarakat.
Bagi Rycko, permasalahan di Bandarlampung seperti macet, sampah, banjir yang tentu memerlukan bantuan semua pihak terutama pemangku kebijakan dan anggaran baik dari pemerintah kota maupun provinsi.
"Kemajuan kabupaten atau kota tentu akan mendorong kemajuan Provinsi Lampung, karena saya pernah merasakan bagaimana waktu dulu menjadi bupati dengan dukungan penuh dari Pak Gubernur saat itu," ujar putra Sjachroedin ZP, Dubes RI untuk Croacia itu.