Buruh Dan Mahasiswa Lampung: Cabut Omnibus Law Dan Bayar THR

Peringatan Hari Buruh Internasional, puluhan massa melakukan aksi di Tugu Adipura/Tuti RMOLLampung
Peringatan Hari Buruh Internasional, puluhan massa melakukan aksi di Tugu Adipura/Tuti RMOLLampung

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Lampung melakukan aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, Sabtu (1/5). 


Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, massa aksi yang terdiri dari buruh dan mahasiswa membawa spanduk dan bendera sikap mereka.

Spanduk antara lain bertuliskan tuntutan cabut Omnibus Law Ciptakan beserta PP turunannya, wajib pembayaran THR secara penuh dan tepat waktu, bersama kuli membangun negeri. 

Koordinator Perwakilan LMND-DN, Yusril Iza Maha mengatakan permasalahan buruh saat ini masih banyak seperti PHK dan bekerja di rumahkan dengan potongan 20 persen. 

"Untuk itu kami mencoba menyuarakan melalui aksi diam ini," kata Yusril. 

Dalam aksinya, para buruh dan mahasiswa juga berbagi takjil kepada para pengendara sepeda motor/Tuti RMOLLampung

Menurutnya, tuntutan yang paling diinginkan yaitu cabut Omnibus Law Ciptakan. 'Dengan investasi itu dapat menindas buruh, sehingga kami mencoba untuk menolak," ujarnya. 

Selain melakukan aksi, mereka juga membagi takjil kepada para pengendara yang melintas Tugu Adipura. 

Ada 19 tuntutan massa aksi, yakni: 

1. Segera lakukan percepatan dan perluasan vaksinasi untuk seluruh rakyat Indonesia

2. Cabut permenaker nomor 18 tahun 2020 dan nomor 2 tahun 2021 tentang penyesuaian upah buruh terdampak Covid-19 di sektor padat karya

3. Cabut perpres nomor 64 tahun 2020 tentang jaminan kesehatan

4. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan

5. Cabut kebijakan kampus merdeka

6. Cabut UU no 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi

7. Wajibkan pembayaran THR secara penuh dan tepat waktu.

8. Cabut omnibus law UU cipta kerja no. 11 tahun 2020 beserta PP turunannya

9. Wujudkan UU perlindungan buruh

10. Segera ratifikasi konvensi ILO nomor 190 tahun 2018 tentang kekerasan di tempat kerja

11. Cabut Kepmen. 260/15. tentang Ziro domestik worker wilayah timur tengah, yg berdampak terhadap migrasi unprosuderal dan human trafficking 

12. Hentikan aktik human trafficking

13. Sahkan RUU PKS

14. Hentikan monopoli di sektor pertanian dan eksploitasi alam.

15 Stop perampasan lahan dan penggusuran #savewadas

16. Hentikan intimidasi, represifitas, dan kriminalisasi terhadap masa rakyat

17. Wujudkan reforma agraria sejati

18. Wujudkan industrialisasi nasional 

19. Wujudkan Jamesta untuk seluruh rakyat Indonesia.