Cabuli Keponakan Hingga Hamil, Buruh di Bandarlampung Dituntut 10 Tahun

Illustrasi/RMOLLampung
Illustrasi/RMOLLampung

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Rizal (34) 10 tahun penjara dan denda Rp60 Juta subsidair tiga bulan penjara. Buruh di Bandarlampung ini didakwa mencabuli keponakannya hingga hamil.


Tuntutan ini dibacakan JPU Sondang Marbun dalam gelaran sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Senin (27/9).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rizal, dengan Pidana Penjara selama 10 tahun, dan pidana denda sebesar Rp60 juta, subsidair 3 bulan penjara,” ujar Sondang di depan Majelis Hakim Raden Ayu Rizkiyati. 

Ia dituntut melakukan pidana sesuai Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. 

Peristiwa bermula pada akhir Januari 2021, di mana sang paman bernama Rizal mencabuli keponakannya berinisial ED saat korban sendirian di rumah. 

Peristiwa tersebut terjadi hingga tiga kali, satu kali di bulan Januari dan dua kali di bulan Februari. Pada Februari 2021, ED harus dinyatakan hamil akibat perbuatan pamannya itu. 

Akhirnya perbuatan pelaku yang bekerja sebagai buruh ini diketahui keluarga korban, dan Rizal langsung diamankan aparat kepolisian. Rizal akan menjalani sidang vonis, Senin 11 Oktober mendatang.