Cafe Pelayanan Publik Gagal Fungsi dari Gagasan Wagub Nunik

Cafe Pelayanan Publik yang terbengkalai/ Vera Afrianti
Cafe Pelayanan Publik yang terbengkalai/ Vera Afrianti

Cafe Pelayanan Publik gagal fungsi dari konsep memadukan ruang pelayanan publik dengan kenyamanan, seperti gagasan Waki Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik. 


Bangunan itu terlihat kumuh. Tidak berpenghuni dan jauh dari aktifitas yang diharapkan.

Bahkan, sudah sejak lama dijadikan tempat untuk mencuci motor bagi warga yang tinggal di seputaran gedung itu, Jalan Way Rarem, Pahoman, Kota Bandar Lampung.

Cafe tersebut dibangun tahun 2020. Awalnya dibangun guna mempermudah masyarakat untuk mengurus perizinan serta pembayaran administrasi. Sembari menunggu proses pelayanan selesai, warga bisa minum kopi. Harmonisasi pelayanan dan kenyamanan. 

Kemudian, untuk pengelolaan cafe tersebut rencananya diserahkan ke Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung.

Namun sayang, hingga saat ini gagasan tinggal gagasan. Cafe tersebut belum beroperasi dan terlihat kosong, meskipun bangunan sudah berdiri kokoh.

Salah satu warga setempat Agus mengatakan, cafe itu milik Pemprov Lampung. Namun hingga saat ini belum beroperasi.

"Itu milik pemerintah provinsi, dulu pernah Wakil Gubernur Lampung ke sini untuk melihat kondisi cafe dan katanya akan segera buka (beroperasi) tapi hingga saat ini belum dibuka-buka," kata dia sembari mencuci motor di depan Cafe Pelayanan Publik tersebut, Jumat (7/1).  

Sebelumnya, Wagub Nunik mengatakan, Cafe Pelayanan Publik merupakan pusat pelayanan terpadu, di mana masyarakat dapat memperoleh pelayanan imigrasi, Samsat, Capil, dan Kemenag dalam satu tempat terpusat.

"Saya ingin Provinsi Lampung memiliki layanan publik yang berada di satu tempat, tidak perlu mewah yang penting esensi pelayanan berfungsi dan berjalan dengan semestinya. Tidak harus dengan anggaran besar-besaran, tapi masyarakat terlayani dengan senyaman mungkin."