Capaian Karomani Bagian Program Rektor Unila Sebelumnya

Prof. Muhajir Utomo dan Prof. Karomani/Ist
Prof. Muhajir Utomo dan Prof. Karomani/Ist

Mantan Rektor Unila Prof. Muhajir Utomo menilai yang telah dicapai oleh Prof. Karomani selama satu tahun menjabat sebagai rektor adalah bagian dari program rektor sebelumnya, Prof. Hasriadi Mat Akin. 


Seperti halnya bantuan pembiayaan Rp600 miliar dari Asian Development Bank (ADB) untuk riset senter termasuk juga RSPTN Unila.

Menurutnya itu adalah bagian dari rektor sebelumnya, ia tahu persis program tersebut dari membuat proposal, mencari dana dari ADB dan disetujui Rp600 miliar. 

“Belum dieksekusi karena baru masuk proposal dan disetujuai blue book di Bappenas. Pak Karomani itu melanjutkan dari program rektor sebelumnya dan insya allah tahun 2021 akan dieksekusi. Jadi satu tahun ini, tidak ujuk-ujuk mendapatkan program ADB itu,” kata Muhajir, Rabu (18/11).

Sementara untuk SMA YP Unila, menurutnya 4 atau 5 tahun terakhir, pihak YP Unila telah memberikan fee kepada Unila sekitar Rp100 juta per tahun sesuai dengan asetmen yang diukur oleh kementrian keuangan.

“Persoalan SMA YP Unila yang mana Unila tidak mendapat imbal hasil sewajarnya itu tidak benar. Saya tahu persis itu, saya dulu jugakan mantan rektor,” ujarnya.

SMA YP Unila sendiri saat ini sudah berkembang dengan pesat, aset tanah dari Unila itu hanya sekitar 3000 meter persegi peninggalan dari sekolah cina dulu, sedangkan yang lain YP Unila sudah belinya sendiri.

“Banyak membangun gedung baru bukan oleh uang Unila tapi uang yayasan. Jadi YP unila itu memberikan fee atas aset Unila yang ada disana, gedung lama juga sudah pada dibongkar dan digantikan dengan gedung baru,” jelasnya.

Begitu juga pengajuan usulan guru besar, pada akhir jabatan Prof. Hasriadi telah dilakukan upaya menjadikan Unila sebagai universitas yang bereportasi karena waktu itu mengalami penurunan. 

“Nah salah satu upaya untuk meningkatkan rangking universitas adalah publikasi dari profesorsif. Itu juga masuk program pak Hasriadi bagaimana memacu publikasi untuk calon-calon profesor, sudah mulai banyak itu dikumpulkan, nah dampak upaya itu adalah tahun ini sampai 32 usulan,” ujarnya.